SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Desember 2025) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka secara resmi kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Sumbawa yang digelar di Aula Bhakti Husada, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Rabu (17/12/2025) pagi.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyampaikan hasil analisis situasi sekaligus merumuskan arah dan rencana intervensi penurunan stunting Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.
Dalam laporannya, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaidi, APt, M.Si, menyampaikan bahwa persoalan stunting di Kabupaten Sumbawa masih menjadi tantangan serius. Pada tahun 2026, sebanyak 11 desa ditetapkan sebagai lokus stunting yang menjadi prioritas penanganan lintas sektor.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil survei terbaru, angka stunting di Kabupaten Sumbawa mencapai 29 persen, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 25,7 persen. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan keseriusan, komitmen, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar upaya penurunan stunting dapat berjalan efektif.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sumbawa yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Sumbawa, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh berhenti pada diskusi, perencanaan, dan rapat semata.
“Stunting adalah persoalan serius yang menyangkut masa depan generasi Sumbawa. Ini membutuhkan kolaborasi dan tanggung jawab bersama. Jadi jangan rapat terus, tapi lakukan juga aksi nyata di lapangan,” tegas H. Ansori.
Wabup menekankan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, mulai dari aspek kesehatan, kecerdasan, produktivitas, hingga daya saing daerah. Karena itu, diperlukan pendekatan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta peran aktif masyarakat.
Melalui Rembuk Stunting ini, Wabup berharap seluruh pihak dapat menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, serta memastikan setiap program dan anggaran yang direncanakan benar-benar berdampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa. (SR)






