Tragis! PMI Asal Lombok Timur Tewas Ditabrak di Malaysia, Gubernur Sampaikan Duka

oleh -537 Dilihat

LOMBOK TENGAH,  samawarea.com (13 Oktober 2025 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Muhamad Kahar (31), seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Kahar menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Batu Pahat, Johor, Malaysia, pada 28 September 2025.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tragis yang menimpa warganya di luar negeri. Ia menginstruksikan agar proses pemulangan jenazah berjalan lancar dan jenazah dimakamkan secara layak di kampung halaman.

Berdasarkan dokumen resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Muhamad Kahar mengalami cedera berat di kepala (severe head injury) akibat kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor seorang diri.

Ia ditabrak oleh kendaraan yang melarikan diri usai kejadian. Korban sempat dirawat di Hospital Sultanah Nora Ismail, Batu Pahat, namun dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 09.24 waktu setempat setelah koma selama tiga hari.

Otopsi dilakukan sebelum pemulangan, atas permintaan sang majikan Kerk Chee Wee. Jenazah kemudian diterbangkan dari Kuala Lumpur menggunakan Air Asia QZ 462 dan tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok pada Sabtu, 11 Oktober pukul 18.05 Wita. Jenazah disambut langsung oleh keluarga, yang diwakili sang kakak, Ishak.

Prosesi pemakaman almarhum dijadwalkan pada Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 13.00 Wita di Desa Belanting. Warga desa yang mengenal almarhum sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab turut berduka. Mereka berharap agar pihak berwenang di Malaysia bisa mengusut tuntas kasus tabrak lari yang merenggut nyawa Kahar.

“Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap salah satu warga yang hadir dalam prosesi penyambutan jenazah.

Pemerintah NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan instansi terkait terus mengawal proses perlindungan dan pemulangan para PMI yang menghadapi masalah di luar negeri. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan hak para pekerja migran harus terus menjadi prioritas. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *