Menhaj Kunjungi NWDI Lombok Timur, Janji Tambah Kuota Haji NTB

oleh -465 Dilihat

LOTIM, samawarea.com (13 Oktober 2025) Menteri Haji dan Umroh Republik Indonesia, Mochamad Yusuf Hasyim, menegaskan komitmen kementeriannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jamaah haji dan umroh di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri perayaan 90 tahun Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di Anjani, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Minggu (12/10/2025).

Didampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Menhaj menyatakan bahwa Kementerian Haji dan Umroh sebagai lembaga baru terus belajar dari kekurangan masa lalu untuk memperbaiki sistem yang ada, khususnya dalam pelayanan kesehatan calon jamaah dan distribusi kuota haji.

Pelayanan kesehatan bagi calon jamaah kita masih dinilai kurang oleh pemerintah Arab Saudi. Selain itu, penentuan kuota haji daerah juga belum sesuai dengan amanat Undang-Undang, ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenhaj tengah memastikan kesiapan infrastruktur pelayanan haji di seluruh Indonesia dan telah mengusulkan ke DPR RI agar kuota haji lebih adil, berbasis pada masa tunggu antrean. Kabar baik pun datang bagi NTB, yang tahun depan dipastikan akan mendapatkan tambahan dua kloter haji dari total sekitar 4.000 calon jamaah. Dengan penambahan ini, masa tunggu haji di NTB diharapkan turun menjadi sekitar 26 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Menhaj Yusuf Hasyim juga menyinggung hubungan historis dan keilmuan antara dua tokoh besar Islam Indonesia: KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dan KH Zainuddin Abdul Majid, pendiri NWDI.

Keduanya belajar di Mekkah, memiliki sanad keilmuan dan visi perjuangan yang sama. Tidak perlu dipertentangkan, tetapi dirawat sebagai kekuatan umat,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar pengelolaan pondok pesantren tetap mandiri dan berkelanjutan, terutama dari generasi penerus langsung. Kurikulum pendidikan diharapkan tetap relevan dan responsif terhadap zaman.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menambahkan bahwa kedua tokoh tersebut telah mewariskan semangat revolusi dalam bentuk yang berbeda: revolusi jihad oleh KH Hasyim Asy’ari dan revolusi pendidikan oleh KH Zainuddin Abdul Majid.

Perjuangan 90 tahun NW telah membuahkan ribuan lembaga pendidikan di seluruh Nusantara. Ini menjadi bukti nyata manfaat besar bagi masyarakat, ungkapnya.

Ia berharap kontribusi NW ke depan bisa merambah lebih luas, termasuk dalam sektor ekonomi umat dan penguatan sosial masyarakat. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *