NTB Jadi Role Model Ekonomi Syariah Nasional, Menag: Transformasi yang Patut Dicontoh

oleh -723 Dilihat

MATARAM, samawarea.com (24 Oktober 2025) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor pengembangan ekonomi syariah di Indonesia Timur.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nassaruddin Umar dalam Opening Ceremony Indonesia Ekonomi Syariah (IES) Forum dan Expo 2025, yang digelar di Halaman Islamic Center NTB, Kamis (23/10).

Kegiatan berskala nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2025, yang berlangsung hingga 26 Oktober 2025 dengan tema “Santri Berdaya, Ekonomi Syariah Mendunia.”

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, M.IP atau akrab disapa Umi Dinda, yang hadir mendampingi Menteri Agama, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB sebagai tuan rumah forum strategis ekonomi syariah nasional.

“Kami merasa bangga dan berbahagia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Ekonomi Syariah Forum dan Expo 2025. Sebuah forum strategis yang mempertemukan para pelaku ekonomi syariah, akademisi, praktisi serta pengambil kebijakan dari seluruh penjuru Indonesia,” ucapnya.

Umi Dinda menegaskan, NTB memiliki komitmen kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah kawasan Indonesia Timur, melalui berbagai langkah konkret seperti pemberdayaan ekonomi pesantren dan santripreneur, pengembangan produk halal dan UMKM, inovasi keuangan syariah, serta optimalisasi zakat, infaq dan wakaf produktif.

“Keberhasilan ekonomi bukan semata diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari keberkahan dan manfaat sosial yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap forum ini memperkuat kolaborasi demi kemajuan umat dan kesejahteraan bangsa,” tegasnya.

Dalam arahannya, Menteri Agama Prof. Dr. Nassaruddin Umar memuji langkah NTB yang dinilai berani dan progresif dalam mengembangkan ekonomi dan perbankan syariah.

“Provinsi NTB adalah salah satu yang paling cepat mengedepankan ekonomi syariah. Transformasi BPD NTB menjadi Bank NTB Syariah adalah contoh nyata komitmen tersebut,” ungkapnya.

Menag menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah bukan upaya “syariatisasi” Perda, tetapi bentuk penerapan nilai keadilan dan keberkahan yang bersifat universal. Ia mencontohkan negara-negara seperti Inggris, Belanda, Jepang, hingga Amerika Serikat yang kini justru menjadi pelopor industri halal dunia.

“Kita harus berbangga, Indonesia adalah negara muslim terbesar yang mampu menjaga moderasi, toleransi, dan stabilitas politik serta ekonomi yang luar biasa. Inilah kekuatan kita,” kata Nassaruddin Umar.

Sementara itu, Direktur Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari kegelisahan atas belum meratanya penerapan ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat. Berdasarkan National International Economic Index, Indonesia kini berada di peringkat ke-3 dunia dalam potensi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami memulai gerakan ini dari masjid sebagai pusat spiritual sekaligus pusat ekonomi umat. Kami ingin membangkitkan kembali fungsi masjid sebagai penggerak kesejahteraan,” ujarnya.

Forum yang berlangsung hingga 26 Oktober ini menampilkan pameran produk halal, talkshow, diskusi, serta pelatihan ekonomi umat, melibatkan pelaku UMKM, akademisi, investor, dan tokoh masyarakat dari dalam maupun luar negeri.

“Kami ingin menjadikan Lombok dan NTB sebagai contoh nyata bagaimana masjid bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat,” tandasnya.

Penyelenggaraan IES Forum dan Expo 2025 di Lombok menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global, sekaligus bukti nyata komitmen daerah dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekonomi untuk kesejahteraan bersama.

Gerakan ini diharapkan dapat menjalar ke sekitar 800 ribu masjid di seluruh Indonesia, menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat kemajuan umat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *