Yachter Sail Indonesia Selami Sejarah Sumbawa di Istana Dalam Loka

oleh -438 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2025) – Puluhan yachter dari berbagai negara yang tergabung dalam event Sail Wonderful Indonesia 2025 menyambangi salah satu ikon sejarah dan budaya Sumbawa, Istana Dalam Loka yang terletak di jantung Kota Sumbawa Besar. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian aktivitas wisata bahari dan budaya yang mereka ikuti selama berada di Kabupaten Sumbawa.

Sebelum menyambangi Istana Dalam Loka, para yachter sempat menjalani berbagai aktivitas menarik, mulai dari berenang bersama hiu paus di Teluk Saleh, disambut meriah di Taman Hiu Paus Labuan Jambu yang dikemas dalam acara Welcome Ceremony, mendatangi pasar tradisional di Kecamatan Empang, hingga menyaksikan proses kerajinan pandai besi di Kecamatan Tarano.

Di Istana Dalam Loka, para tamu mancanegara ini tampak antusias mengeksplorasi setiap sudut rumah panggung kayu terbesar di dunia tersebut. Dengan didampingi pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Sumbawa, mereka menjelajahi ruangan demi ruangan sembari mengabadikan momen dengan kamera dan ponsel.

Salah satu pemandu, Subhan Azharullah tampak aktif menjelaskan secara rinci sejarah dan filosofi pembangunan istana berarsitektur tradisional Sumbawa itu. Dua yachter yang paling terlihat antusias adalah Angela Frances dari Irlandia dan Sven Anders Ullman dari Swedia, yang tak henti melontarkan pertanyaan mengenai sejarah Kesultanan Sumbawa.

Subhan menjelaskan bahwa Istana Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 M, dua tahun setelah penobatan Mas Madinah Daeng Raja Dewa sebagai Sultan Sumbawa. Istana ini menggantikan Istana Bala Sawo, dibangun selama sembilan bulan sepuluh hari—yang melambangkan usia kandungan manusia dan ditopang oleh 99 tiang kayu (termasuk satu tiang gantung), melambangkan Asmaul Husna dalam ajaran Islam.

Kompleks istana ini terdiri dari beberapa bangunan penting seperti Bala Rea sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal sultan. Bala Bulo, tempat berkumpul para putra sultan dan bangsawan. Lawang Rare’e**, gerbang simbolik antara kekuasaan Tuhan dan kekuasaan manusia, Sarapo Kamutar, lokasi pelaksanaan upacara adat, Alang Aji (Alang Kamutar), lumbung padi penyimpan perbekalan. Dan, Jambang Sasir, bangunan khusus untuk aktivitas dapur kerajaan.

Kagum dengan sejarah dan keunikan arsitektur yang sarat filosofi tersebut, para yachter tak lupa mengabadikan kunjungan mereka dengan berfoto bersama. Dalam suasana hangat dan penuh kekaguman, mereka sempat merekam video singkat sambil serempak bersorak, “Sumbawa…!”

Kunjungan ke Istana Dalam Loka menjadi pengalaman yang memperkaya wawasan para peserta Sail Wonderful Indonesia 2025, sekaligus memperkuat citra Sumbawa sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah kelas dunia. (SR/*)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *