Menunggang Kerbau dan Bermain Lumpur, Peserta Sail Indonesia Nikmati Sensasi Barapan Kebo di Sumbawa 

oleh -667 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2025) – Menunggang kerbau dan bermain lumpur, menjadi sensasi yang luar biasa dirasakan para turis asing yang menjadi peserta Sail Wonderful Indonesia 2025 di Kabupaten Sumbawa. Itulah yan terlihat di areal persawahan Sumer Payung, Kamis (18/9) sore.

Para yachter mancanegara ini ikut ambil bagian dalam tradisi Barapan Kebo, salah satu warisan budaya masyarakat Sumbawa yang memukau.

Mereka tidak sekadar menyaksikan, tetapi ikut merasakan langsung bagaimana menjadi joki kerbau. Di antara mereka, Adam dan William—dua wisatawan asal Eropa tampil mencuri perhatian.

Mulanya, keduanya tampak ragu. Namun begitu kaki mereka menginjak  kareng (pijakan kayu segitiga yang menjadi tempat berdiri sang joki), wajah tegang berubah menjadi ekspresi puas dan penuh adrenalin. Saat kerbau dilepas dan melesat di arena berlumpur, Adam berhasil mempertahankan keseimbangan. Ia mengangkat tangan dengan kepalan penuh semangat, diiringi sorak sorai penonton.

“It’s crazy but amazing!” serunya, usai mencapai garis finish dengan wajah dan baju penuh lumpur.

Melalui pengeras suara, pemandu acara memperkenalkan Barapan Kebo sebagai tradisi turun-temurun masyarakat Sumbawa. Tradisi ini biasa digelar menjelang musim tanam maupun pascapanen. Selain bernilai budaya, lomba pacu kerbau ini juga berfungsi mengolah lahan sawah.

Barapan Kebo memiliki keunikan tersendiri. Arena pacunya berupa petak sawah dengan air setinggi lutut, menciptakan hentakan dinamis saat kerbau berpacu. Kerbau-kerbau dihias jambul mencolok di kepala, simbol dari  kejantanan, kepiawaian dan nilai jual seekor kerbau karapan.

Atraksi ini bukan sekadar adu cepat, tapi juga pertunjukan kekompakan antara joki dan hewan andalannya. Puncak lomba ditandai dengan robohnya  Saka titik sasaran akhir diiringi lantunan lawas (pantun khas Sumbawa) yang menggambarkan kegembiraan dan harapan.

Keikutsertaan para yachter dalam Barapan Kebo menjadi penutup seluruh rangkaian wisata bahari dan budaya selama mereka berada di Kabupaten Sumbawa. Sebelum meninggalkan “Tanah Intan Bulaeng” ini, para tamu asing menyempatkan diri bersantai di Arung Jonga Corner menikmati secangkir kopi lokal sambil berbagi kesan dan pesan.

“Kami tidak hanya berlayar, tapi menemukan pengalaman hidup yang luar biasa di Sumbawa,” ujar William.(SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *