Marak Pembalakan Liar di Hutan Batu Lanteh, BLC Temui Kapolres Desak Polisi Turun Tangan

oleh -1380 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 September 2025) – Sejumlah tokoh muda dari Kecamatan Batulanteh yang tergabung dalam Forum Batulanteh Center (BLC) mendatangi Markas Polres Sumbawa, Kamis (18/9).

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat terkait maraknya aktivitas pembalakan liar yang belakangan ini meresahkan warga.

Rombongan BLC yang hadir antara lain Hasrun Al-Tebas, Alfian Haris Paratep (Bung Piyo), Suriyadi Cunk, dan Sumanto (Bang Anto). Mereka diterima langsung  Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini SH., S.IK, yang didampingi Kasat Intel Polres Sumbawa, IPTU Lalu Eka P, M. M. Inov.

Ketua BLC, Alfian Haris Paratep, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk keprihatinan mendalam terhadap kondisi hutan di wilayah Batulanteh yang mengalami kerusakan akibat aktivitas ilegal logging. Ia juga menyatakan dukungan penuh BLC terhadap upaya Pemda Sumbawa yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Hutan.

“Kami mendukung pembentukan satgas perlindungan hutan, terutama untuk wilayah Batulanteh yang merupakan salah satu sumber air utama di Sumbawa. Kami juga meminta kepada Polres Sumbawa agar melakukan penyuluhan hukum kepada masyarakat di daerah hulu, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Bung Piyo yang juga merupakan mahasiswa pascasarjana di salah satu kampus di Sumbawa.

Hal senada juga disampaikan Sumanto, tokoh pemuda yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa. Ia menegaskan pentingnya tindakan cepat dan tegas dari aparat penegak hukum untuk menghentikan perusakan lingkungan.

“Polisi harus ambil langkah tegas. Jika aktivitas ilegal dari perusahaan yang tidak berizin dibiarkan, kerusakan akan terus meluas. Ini tidak hanya mengancam ekosistem, tapi juga masyarakat hilir yang bergantung pada kelestarian hutan,” kata Bang Anto.

Ia juga menyoroti adanya praktik-praktik intimidatif terhadap pihak-pihak yang menolak aktivitas perusakan lingkungan.

“Kami sangat berharap, semua tindakan penyimpangan tidak dilakukan dengan cara kekerasan, intimidasi, adu domba, atau teror terhadap masyarakat. Inilah yang membuat kami resah,” tegasnya.

Hasrun Al-Tebas, tokoh senior pemuda Batulanteh, menyampaikan bahwa kehadiran BLC ke Polres Sumbawa bukan hanya untuk menyampaikan kegelisahan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap langkah-langkah aparat dalam melindungi hutan.

“Kita peduli dengan wilayah kita, karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita. Kami mendukung terbentuknya satgas dan berharap mereka benar-benar turun ke lapangan, bukan hanya sebagai simbol. Kami tidak ingin satgas ini ‘masuk angin’ atau justru menjadi backing dari perusakan hutan,” tegas Hasrun.

Kapolres Sumbawa pun menyambut baik aspirasi dan dukungan dari para pemuda Batulanteh serta menyatakan kesiapan pihak kepolisian untuk berkolaborasi menjaga kelestarian lingkungan. (SR)

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *