Kasus Keracunan MBG di Empang-Tarano Bukan dari Dapur SPPG Naungan Yayasan Bestungil

oleh -4030 Dilihat
Ketua Yayasan Bestungil Karya Mandiri, Nurul Wahidah, dan Pemilik SPPG Bunga Eja, Sri Ny. Indra

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 September 2025) – Kasus keracunan makanan MBG (Makanan Bersumber Gizi) kembali menggemparkan masyarakat Kecamatan Empang. Kali ini, puluhan siswa dari MTsN 2 Sumbawa, dan sekolah lainnya dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG dari salah satu dapur SPPG di Kecamatan Empang.

Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Empang dan Puskesmas Tarano. Informasi sementara menyebutkan bahwa sumber makanan diduga berasal dari dapur yang sama seperti kasus sebelumnya di SMPN 1 Empang, yang sempat viral akibat ditemukannya ulat dalam sayuran.

Namun, dugaan ini langsung dibantah oleh Nurul Wahidah, Ketua Yayasan Bestungil Karya Mandiri, yang menaungi SPPG Bunga Eja selaku penyedia MBG di Empang dan Tarano. Ditegaskannya, bahwa kasus keracunan MBG bukan berasal dari dapur di bawah pengelolaan yayasan Bestungil. “Itu bukan dari dapur yang ditemukannya ulat sayur, tapi dari dapur berbeda,” tegas Nurul Wahidah didampingi Sri Indra, pemilik SPPG Bunga Eja Empang.

Ia meminta masyarakat untuk tidak langsung menerima informasi tanpa klarifikasi. “Kami berharap masyarakat tidak hanya menerima informasi secara mentah tanpa adanya konfirmasi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan maupun instansi terkait mengenai jumlah pasti korban maupun hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *