SUMBAWA BESAR, (13 September 2025) — Kegiatan Asesmen Ketangguhan Pulau Kecil digelar di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (13/9). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi NTB, FPRB Sumbawa, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.
Asesmen yang sebagiannya dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) ini dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari perangkat desa, nelayan, pengusaha, bidan, perawat, pedagang, hingga organisasi kepemudaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko bencana dan merumuskan langkah mitigasi yang tepat bagi Pulau Bungin, yang dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di dunia.
Kepala Desa Bungin, Jaelani, SH menyampaikan bahwa Pulau Bungin memiliki sejumlah tantangan yang harus segera diatasi untuk memperkuat ketangguhan terhadap bencana. Ia menyinggung pentingnya penataan kawasan permukiman, termasuk perapian rumah, penataan gang agar akses lebih mudah, dan penyediaan fasilitas pemadam kebakaran mini berbasis roda tiga.
“Kita sudah siapkan masterplan, termasuk titik kumpul evakuasi jika bencana terjadi. Selain itu, kendala air bersih sudah 90 persen tertangani melalui layanan PDAM. Namun persoalan terbesar kita adalah sampah,” jelas Jaelani.
Ia menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan menggandeng Karang Taruna untuk pengelolaan sampah serta pelestarian mangrove sebagai penahan gelombang laut.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Andi Mappeleppui, turut hadir dan menyambut baik kegiatan asesmen ini. Ia mengapresiasi kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi Pulau Bungin, yang pada 2018 lalu sempat terdampak gempa.
“Kita tidak ingin bencana serupa terjadi lagi tanpa persiapan. Kegiatan ini adalah langkah antisipatif yang sangat penting,” ujar Andi.
Pulau Kecil Jadi Prioritas Mitigasi Bencana
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto didampingi Sekretaris FPRB Sumbawa, Yayat Cahyadi SE menjelaskan bahwa Pulau Bungin menjadi salah satu lokasi prioritas dalam asesmen ketangguhan karena kerentanannya terhadap bencana seperti gempa dan kebakaran.
“Posisi geografis pulau kecil seperti Bungin sangat rentan. Asesmen ini adalah langkah awal untuk mengetahui apa saja persoalan yang dihadapi masyarakat. Ini menjadi pelajaran dan tantangan yang harus dijawab dengan upaya berkelanjutan,” ungkapnya.
Dr. Rusdianto menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. “Asesmen ini akan berkesinambungan, memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat agar semakin tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa depan,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya asesmen ini, diharapkan Pulau Bungin bisa menjadi contoh dalam membangun ketangguhan wilayah kepulauan di NTB. Melalui kerja sama berbagai pihak dan partisipasi aktif masyarakat, risiko bencana dapat diminimalkan, serta keberlangsungan hidup masyarakat pesisir dapat lebih terjamin. (SR)






