Hadiri Pembukaan Rakernas XI JKPI 2025 di Yogyakarta, Bupati Sumbawa Tulis Sebait Pesan

oleh -1009 Dilihat

YOGYAKARTA, samawarea.com (7 Agustus 2025)Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang digelar di Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (6/8/2025). Acara tersebut secara resmi dibuka Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam momen pembukaan, Bupati Syarafuddin Jarot turut menuliskan komitmennya terhadap pelestarian budaya melalui sebait pesan yang dituangkan di atas kanvas putih: “Warisan Budaya harus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman.” Pesan tersebut ditulis bersama seluruh kepala daerah anggota JKPI sebagai bentuk simbolis dukungan terhadap pelestarian pusaka dan budaya lokal.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakernas ini menjadi langkah awal bagi Yogyakarta untuk ditetapkan sebagai Ibu Kota Budaya Indonesia. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga harus membawa manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Melalui aktivitas budaya, kita bisa mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di tengah kelesuan perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Presidium JKPI, H. M. Yamin H.R, mengungkapkan bahwa Rakernas tahun ini mengangkat tema “Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”, yang menurutnya sangat relevan dengan tantangan pelestarian budaya di era modernisasi.

“Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada konservasi fisik. Harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat, menjadi kekuatan ekonomi, dan membuka ruang inovasi berbasis tradisi,” jelas Yamin.

Menutup rangkaian pembukaan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya peran JKPI dalam membangun kota berbasis nilai sejarah dan budaya. Ia menyebut JKPI tidak hanya sebagai penjaga pusaka, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan yang berakar pada identitas lokal.

“Melalui Rakernas JKPI ini, mari kita mantapkan arah bersama agar pelestarian budaya yang kita lakukan bisa berkelanjutan dan relevan dengan tantangan zaman,” pungkas Sri Sultan.

Rakernas XI JKPI ini diikuti oleh para kepala daerah anggota JKPI dari seluruh Indonesia dan menjadi ajang strategis untuk berbagi pengalaman serta memperkuat kolaborasi antar kota dalam upaya pelestarian warisan budaya dan pusaka. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *