SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Agustus 2025) – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa mengajak Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk berkolaborasi dalam memperkuat ketangguhan desa. Pertemuan yang digelar di gedung DPRD Sumbawa ini menjadi ruang koordinasi multipihak untuk menyinergikan program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Dalam forum tersebut, Program Manager Karang Tangguh, Priyo A. Sancoyo, memaparkan progres kegiatan di lima desa di Kecamatan Moyo Utara. Desa Penyaring, Pungkit, Sebewe, Baru Tahan, dan Songkar telah menyelesaikan tahapan awal Desa Tangguh Bencana (Destana), termasuk penilaian ketangguhan desa (PKD) serta pembentukan kelompok kerja bencana. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari BPBD Kabupaten Sumbawa.
“Pendampingan desa akan berlangsung hingga tahun depan dengan agenda utama seperti kajian risiko, pemetaan, pelatihan keterampilan kedaruratan bagi relawan desa, penanaman serta perawatan mangrove di pesisir pantai, hingga penguatan ketahanan pangan,” jelas Priyo.
Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa, yang juga Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH, MH, menegaskan kesiapan pihaknya bersama BPBD untuk mendukung kolaborasi ini. “Dalam waktu dekat kita segera mengeksekusi program bersama MDMC melalui giat penanaman mangrove di Desa Penyaring dan Desa Pungkit,” ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua FPRB Sumbawa, Wakil Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Program Manager Karang Tangguh, anggota FPRB, serta Kepala Desa Penyaring. “Melalui sinergi multipihak ini, FPRB dan MDMC berkomitmen membangun desa tangguh bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” tutup Ketua FPRB. (SR)






