Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 10/6/2025)Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berupaya mendorong kemajuan sektor peternakan lokal, terutama dalam meningkatkan daya saing peternak unggas di tengah tekanan pasar regional. Selain memberikan bantuan pada masa panen, Pemerintah KSB kini menyiapkan program subsidi sebesar 10% untuk pembelian pakan ternak dan bibit unggas unggulan, yang masuk dalam program KSB Maju Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatul Milad, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas tingginya biaya produksi yang selama ini menjadi kendala utama peternak lokal. Menurutnya, tingginya harga pakan dan bibit unggas membuat para pelaku usaha ternak di KSB kesulitan bersaing dengan produk dari daerah lain seperti Jawa, Bali, dan Lombok, yang memiliki akses lebih murah terhadap komponen produksi.
“Selama ini peternak kita selalu menghadapi tantangan harga yang tinggi, baik untuk pakan maupun bibit unggas. Hal ini berdampak langsung pada harga jual produk mereka, sehingga sulit bersaing di pasaran. Dengan subsidi 10% ini, kami yakin beban biaya produksi bisa berkurang dan peternak lokal bisa lebih kompetitif,” ungkap Jamilatul Milad saat ditemui di kantor Dinas Pertanian, Rabu (18/6).
Ia menambahkan bahwa program subsidi ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian sektor peternakan. Melalui kebijakan ini, diharapkan lebih banyak peternak kecil yang bisa berkembang dan menjadikan usaha ternak sebagai sumber ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
Sementara itu, apresiasi datang dari para pelaku usaha ternak yang merasakan langsung dampak mahalnya biaya produksi. Alamsyah, seorang peternak ayam petelur asal Taliwang, mengaku sangat terbantu dengan adanya subsidi tersebut.
“Kami di sini sangat kesulitan karena harga pakan dan bibit sangat tinggi. Akibatnya, harga telur kami pun harus disesuaikan dengan biaya produksi, dan seringkali tidak bisa bersaing dengan telur dari luar daerah yang lebih murah. Untuk bisa menjual, kami terpaksa menekan harga sampai keuntungan jadi sangat tipis,” ujarnya.
Alamsyah berharap program subsidi ini bisa segera berjalan dan menyentuh seluruh lapisan peternak di KSB, terutama mereka yang selama ini bertahan dengan modal terbatas. Ia juga menilai, dukungan seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas usaha peternakan dan menumbuhkan semangat pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.
Program subsidi pakan dan bibit unggas ini direncanakan mulai diterapkan dalam waktu dekat dan akan dikawal secara ketat agar tepat sasaran. Pemerintah KSB juga membuka ruang komunikasi bagi peternak untuk menyampaikan kendala atau masukan guna menyempurnakan pelaksanaan program ini ke depan.
Dengan langkah konkret ini, Pemerintah KSB menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan peternakan, serta memperkuat posisi produk lokal dalam persaingan pasar regional yang semakin kompetitif






