SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Mei 2026) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong percepatan pembangunan Bendungan Kerekeh yang dinilai sangat strategis untuk mendukung kebutuhan air baku dan irigasi di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Bapperinda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo mengatakan, proyek Bendungan Kerekeh sejak awal memang dirancang sebagai proyek besar dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
“Dalam rancangan awal, Bendungan Kerekeh ini nilainya cukup besar, di atas Rp 1 triliun. Karena bendungan ini tidak hanya digunakan sebagai sumber air baku untuk wilayah perkotaan dan sekitarnya, tetapi juga untuk kebutuhan irigasi,” ujarnya.
Menurut Doktor Dedi, pembangunan bendungan tersebut saat ini terus diperjuangkan bersama pihak Balai Wilayah Sungai (BWS). Bahkan dalam pembahasan terakhir, BWS dan Pemkab Sumbawa sepakat untuk bersama-sama mendorong percepatan realisasi Bendungan Kerekeh.
Namun demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tahapan penting yang harus diselesaikan sebelum pembangunan fisik dapat dimulai. Salah satunya adalah penyusunan detail engineering design (DED) serta rencana desain bendungan yang harus melalui proses sertifikasi dari pemerintah pusat.
“Di Bendungan Kerekeh ini ada tahapan perencanaan desain bendungan yang harus melalui penyusunan detail dan sertifikasi. Itu membutuhkan anggaran cukup besar dan dibiayai dari pusat,” jelasnya.
Karena itu, kata Doktor Dedi, fokus pemerintah saat ini adalah menuntaskan seluruh tahapan awal perencanaan agar sertifikasi desain bendungan bisa segera diterbitkan. Setelah proses tersebut selesai, pembangunan fisik bendungan dapat dilanjutkan.
“Kalau desain bendungannya sudah selesai dan mendapatkan sertifikasi, maka pembangunan fisiknya bisa dilanjutkan,” katanya.
Doktor Dedi optimis perjuangan pembangunan Bendungan Kerekeh dapat terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Ia memperkirakan pembangunan fisik bendungan tersebut dapat mulai berjalan hingga tuntas dalam rentang waktu 2027 hingga 2030.
“Mudah-mudahan sekitar 2027 sampai 2030 kita bisa komplit berjuang untuk pembangunan fisiknya,” harapnya. (SR)






