SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Mei 2025) — Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) memastikan bahwa aksi blokade Pelabuhan Poto Tano mulai Kamis, 15 Mei 2025 hingga 5 hari ke depan, tidak akan menghambat perjalanan para jamaah calon haji (JCH) yang akan berangkat ke tanah suci.
Sekretaris KP4S, Zulkarnain, S.T., M.T., Rabu (14/5/25) menegaskan bahwa pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan menghormati ibadah haji.
“Kami KP4S sangat memuliakan jamaah haji yang mendapat panggilan Allah menuju tanah suci Mekkah. Karena itu, kami membuka jalan selebar-lebarnya bagi mereka. Bahkan, kami akan iringi keberangkatan jamaah haji dengan sholawatan,” ujarnya.
Menurut Zulkarnain, doa para jamaah haji sangat dibutuhkan dalam perjuangan panjang KP4S memperjuangkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, yang telah diikhtiarkan selama 25 tahun terakhir.
Ia juga menekankan bahwa aksi kali ini dirancang sebagai bentuk aspirasi damai dan berbudaya. Sebanyak 15 etnis di Kabupaten Sumbawa dijadwalkan turut serta dalam aksi, mengenakan pakaian adat masing-masing.
“Ini adalah aksi santun. Kami ingin mengetuk pintu pusat agar Pak Presiden membuka pintu dan mempersilakan Sumbawa duduk di ruang tamu istimewa, menyampaikan bahwa sudah saatnya Provinsi Pulau Sumbawa disahkan, melengkapi 38 provinsi lainnya di Indonesia,” jelasnya.
Zulkarnain memastikan bahwa aksi yang digelar KP4S merupakan bentuk penghormatan kepada negara, dan bukan tindakan yang merugikan kepentingan umum.
“Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa memastikan aksi 2025 ini adalah aksi santun, layaknya tamu istimewa yang ditunggu kedatangannya oleh tuan rumah, yaitu Bapak Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tutupnya.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa sebelumnya telah menyampaikan harapan agar KP4S tetap menjaga jalur dan waktu aksi demi kelancaran pemberangkatan JCH pada Jumat, 16 Mei 2025 mendatang. (SR)






