Kick Off Program Agroforestry Kopi di Ropang, Bupati Sumbawa Apresiasi Kerja Sama Strategis

oleh -1278 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 April 2025) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP memberikan apresiasi tinggi atas dimulainya Kick Off Program Pengembangan Agroforestry Kopi di Desa Lawin dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Selasa (29/4).

Kegiatan di La Grande Sumbawa Grand Hotel yang digelar PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) ini menandai langkah penting dalam upaya hilirisasi komoditas kopi Sumbawa yang kini menjadi prioritas nasional.

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Ir. Wayan Rusnawati M.Si, dan  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Tata Kostara S.Sos, dengan KPP Mining yang diwakilkan kepada Yudha Proklamanto dan Daniel Angga Sembara selaku Project Manager dan CSR Manager. Ikut menyaksikan Bupati dan Wakil Ketua DPRD, H. Berlian Rayes S.Ag., M.M.Inov, kepala OPD, Camat Ropang dan para Kades se Kecamatan Ropang.

“Saya yakin dan percaya, perjanjian ini adalah ikhtiar mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera,” ujar Bupati Haji Jarot dalam sambutannya.

Bupati juga menegaskan bahwa meskipun hanya tiga pihak yang secara resmi menandatangani perjanjian, keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.

“Saya meminta kerja sama dan partisipasi seluruh pihak guna menyukseskan seluruh program dan kegiatan hilirisasi kopi dengan pendekatan agroforestri di Desa Lebangkar dan Lawin,” tambahnya.

Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 yang menetapkan kopi Sumbawa sebagai komoditas prioritas nasional dengan lima intervensi utama, termasuk peningkatan produksi, daya saing, hilirisasi, pertanian rendah karbon, serta peningkatan kapasitas usaha dan akses terhadap sumber daya produktif.

Data BPS menunjukkan kontribusi kopi Kabupaten Sumbawa terhadap produksi kopi di Provinsi NTB mencapai rata-rata 42,27% selama 2020–2024, bahkan sempat menembus angka 52,41% pada 2021.

“Kita tidak boleh ketinggalan momentum ini,” tegas Bupati seraya menginstruksikan kepada dinas terkait dan Bappeda untuk menyusun rencana percepatan pelaksanaan program prioritas ini.

Kehadiran KPP Mining turut diapresiasi, terutama dalam mendongkrak harga kopi lokal. “Sekarang harga kopi sudah 70–75 ribu per kilogram, naik signifikan dari hanya 20 ribu dalam tiga tahun. Dengan penyortiran dan pengemasan yang baik, bisa mencapai 150 ribu per kilogram untuk kopi pilihan,” ungkap Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui UMKM, dari proses budidaya hingga pemasaran.

“Terima kasih atas kepatuhan dan prakarsa kerja sama nyata melalui CSR perusahaan. Kolaborasi ini harus terus lestari dan meningkat demi mengatasi permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tutup Bupati Haji Jarot. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *