SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 April 2025) — Halal Bihalal yang digelar Pemda Sumbawa pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H, Jumat, 11 April 2025, menghadirkan tokoh muslim dunia, Prof Dr. Din Syamsuddin yang juga Pengasuh Pondok Modern Internasional Dea Malela.
Acara tersebut juga dihadiri Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., didampingi Sekretaris Daerah, Dr. Budi prasetiyo S.Sos., M.AP, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi NTB, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, H. Jarot, menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi mulia dalam masyarakat Islam yang mengandung makna saling memaafkan atas segala kesalahan yang pernah dilakukan. “Tentu tradisi baik seperti ini perlu terus dilestarikan dan dibudayakan dalam rangka menjaga hablumminannas, sekaligus untuk lebih memperkokoh kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, Bupati H. Jarot juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. “Melalui kesempatan yang baik ini, saya atas nama pribadi dan keluarga maupun selaku Pimpinan Daerah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kondusifitas daerah demi kelangsungan pembangunan di daerah.
Sementara itu, Prof. Din Syamsuddin dalam tausiyahnya menguraikan makna mendalam dari Halal Bihalal, yaitu saling mengikhlaskan dalam memberi maaf. Ia juga menjelaskan bahwa Idulfitri adalah momen kembali ke fitrah dan kesucian jiwa seperti bayi yang baru dilahirkan.
“Fitrah adalah simbol kekuatan jiwa yang telah melalui ujian selama Ramadhan. Maka inilah yang seharusnya dikembangkan setelah bulan Ramadhan. Semangat untuk saling memaafkan, mempererat silaturrahim, dan merajut kebersamaan harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Prof. Din. (SR)






