SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA
SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Februari 2025) – Kabar tidak dialokasikannya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025, membuat Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Juliansyah SE, merasa prihatin mengingat akan berdampak signifikan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurut politisi Partai Demokrat ini, Sabtu (8/2/25), keputusan itu sangat merugikan Kabupaten Sumbawa, mengingat DAK Fisik merupakan salah satu sumber utama untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Infrastruktur, terutama jalan dan sumber daya air, sangat vital untuk perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jika DAK Fisik tidak dialokasikan, kami khawatir pembangunan yang sudah direncanakan akan tertunda atau bahkan gagal dilaksanakan,” ujar wakil rakyat yang memperbaiki ruas jalan Ropang–Lantung menggunakan dana pribadi ini.
Juliansyah juga menegaskan pentingnya adanya koordinasi yang lebih intens antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan agar program-program prioritas yang telah disusun dapat berjalan dengan lancar.
“Kami di DPRD Sumbawa akan terus berupaya untuk memperjuangkan agar anggaran ini tetap dialokasikan. Jangan sampai program-program pembangunan yang telah direncanakan dan disusun dengan matang harus tertunda hanya karena kebijakan refocusing anggaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Juliansyah menyatakan bahwa dampak dari keputusan ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang mengandalkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Ini bukan hanya soal anggaran, tapi soal masa depan Kabupaten Sumbawa. Kami di DPRD siap untuk bersinergi dengan pihak terkait guna mencari solusi terbaik agar DAK Fisik untuk Sumbawa tetap tercapai,” tutupnya. (SR)






