Sumbawa Barat, Samawarea.com (14/2/2025) Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sumbawa Barat mengungkapkan capaian gemilang dalam realisasi investasi tahun 2024, yang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target investasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) sebesar Rp 13 triliun, DPM-PTSP Sumbawa Barat berhasil mencatatkan angka yang mencengangkan, yakni Rp 42 triliun. Angka tersebut bahkan hampir tiga kali lipat dari target yang ditetapkan oleh Pemprov NTB.
Kepala DPM-PTSP Sumbawa Barat, Ns. Kamaluddin S.Kep., MM., menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan indikasi positif terhadap kondisi ekonomi dan iklim investasi yang sehat di daerah yang dikenal dengan sebutan Pariri Lema Bariri ini. Kamaluddin, yang akrab disapa Kamal, mengungkapkan bahwa sektor pertambangan menjadi kontributor utama dalam pencapaian investasi tersebut. Selain itu, sektor pariwisata, perikanan, konstruksi, dan perdagangan turut memberikan sumbangan signifikan terhadap realisasi investasi.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga karena capaian investasi tahun 2024 ini jauh melampaui target. Angka Rp 42 triliun ini merupakan bukti bahwa Sumbawa Barat memiliki potensi besar yang menarik minat investor,” ujar Kamaluddin kepada media, Jum’at (7/2/2025).
Kamal menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mendorong melesatnya angka investasi adalah upaya proaktif dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di wilayah ini dalam dua tahun terakhir. Pendampingan ini terbukti efektif untuk memastikan kelancaran operasional dan mengatasi berbagai hambatan yang sering dihadapi oleh para investor.
“Pendampingan yang kami lakukan kepada para pelaku usaha sangat berperan dalam mendorong realisasi investasi ini. Kami tidak hanya memfasilitasi izin-izin yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan arahan dan pembinaan agar investasi yang masuk bisa berkembang dengan baik,” tambah Kamal.
Menurut Kamal, sebagian besar dari investasi yang terealisasi pada tahun 2024 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tercatat mencapai lebih dari Rp 38 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan angka yang relatif kecil, yaitu sekitar Rp 5 triliun.
Realisasi investasi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan pengusaha dalam negeri terhadap potensi dan prospek investasi di Sumbawa Barat semakin kuat. Ini tentu menjadi indikator positif bagi perekonomian lokal serta menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dapat mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.
Kamal juga mencatat bahwa capaian investasi di Sumbawa Barat tidak hanya terjadi pada tahun 2024. Sebelumnya, pada tahun 2023, target investasi yang ditetapkan sebesar Rp 10 triliun berhasil terlampaui dengan angka investasi yang mencapai Rp 29 triliun. Sebagian besar dari realisasi tersebut juga didominasi oleh PMDN, dengan kontribusi sebesar Rp 26 triliun, sementara PMA mencapai Rp 3 triliun.
Begitu pula pada tahun 2022, meskipun target investasi hanya sebesar Rp 4 triliun, realisasinya melonjak hingga mencapai Rp 11 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri kembali mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp 8 triliun, sementara PMA tercatat sebesar Rp 3 triliun.
“Kami sangat optimis dengan perkembangan investasi di Sumbawa Barat. Dari data tiga tahun terakhir, bisa kita lihat bahwa setiap tahun selalu melampaui target yang telah ditetapkan. Ini adalah bukti nyata bahwa Sumbawa Barat adalah daerah yang siap dan mampu menyambut berbagai investasi,” tutur Kamal.
Meski capaian 2024 telah mencatatkan angka luar biasa, Kamal menyatakan bahwa DPM-PTSP Sumbawa Barat masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait target investasi untuk tahun 2025. Hal ini karena pihaknya masih menunggu arahan dan informasi dari Pemerintah Provinsi NTB mengenai target investasi yang akan ditetapkan.
“Kami masih menu






