Pasca Revitalisasi, Produksi Tambak Udang Rakyat Meningkat, Sumbawa Butuh Pabrik Processing

oleh -760 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Februari 2025) – Hamparan tambak di Dusun Omo Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara terlihat sudah tertata dan produktif. Pasalnya, tambak rakyat seluas 200 hektar itu sudah direvitalisasi melalui Kementerian PUPR.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat saat menyambut kunjungan Menteri KP Ir Sakti Wahyu Trenggono MM dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Wamen PKP) H. Fahri Hamzah SE bersama rombongan, di lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Udang Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Rabu (19/2/25).

Ikut mendampingi Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Ketua DPRD, HM Berlian Rayes S.Ag., M.Si, Asisten II Lalu Suharmadji ST dan III Sekda Sumbawa, Ir. Dirmawan serta para kepala OPD.

Dilaporkan Kadis Rahmat, dari revitalisasi ini pembenahan saluran primer sepanjang 6 kilometer sehingga terlihat lebih bagus dari kondisi sebelumnya. Ada juga dibangun pintu dua pintu yang berfungsi secara otomatis. Ketika air pasang bisa masuk ke saluran, dan saat surut otomatis pintunya tertutup sehingga bisa mempermudah dalam menyedot air dari saluran primer.

Revitalisasi ini ungkap Rahmat, berdampak terhadap hasil produksi. Sebelumnya hasil produksinya 0,4 ton per hektar setiap siklus, sekarang rata-rata mencapai 1 ton per hektar. Demikian dengan rasa khawatir petani tambak ketika musim hujan yang biasanya tambak tergenang karena air meluap, kini sudah aman.

Kemudian terkait penyakit, Rahmat mengakui jika sebelumnya kerap terserang penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), sekarang dengan pendampingan yang intensif, masalah itu bisa teratasi sehingga kontinuitas kegiatan aktivitas budidaya semakin bagus.

Untuk diketahui, ungkap Rahmat, tambak rakyat (tradisional) di Kabupaten Sumbawa tercatat 99 titik dari ujung barat sampai ujung timur, yang sebagian besar berada di pantai bagian utara. Sedangkan secara umum aktivitas tambak yang aktif cukup banyak mencapai 174 baik yang dikelola secara perorangan maupun perusahaan.

Dengan potensi ini, Kabupaten Sumbawa menjadi pemasok udang vaname nasional. Namun demikian, untuk PAD dari kegiatan usaha ini belum memberikan konstribusi yang signifikan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk pendapatan itu, adalah dengan menghadirkan pabrik processing di Sumbawa.

“Kami punya lahan 10 hektar, kami mohon bantuan Pak Menteri jika punya pengusaha untuk bisa berinvestasi di Sumbawa dalam kegiatan processing,” pintanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *