SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 Februari 2025) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Ir. Sakti Wahyu Trenggono MM dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Wamen PKP) H. Fahri Hamzah SE bersama rombongan tiba di Kabupaten Sumbawa, Rabu (19/2/25) pukul 10.30 Wita.
Rombongan Menteri yang didampingi Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Ketua DPRD, HM. Berlian Rayes S.Ag., M.M.Inov, Asisten II Lalu Suharmadji ST dan III Sekda Sumbawa, Ir. Dirmawan, serta para kepala OPD langsung menuju lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Udang Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Saat di lokasi, rombongan disambut Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbawa, Rahmat Hidayat dan para petani tambak udang.
Wamen PKP, Haji Fahri Hamzah yang bertindak sebagai tuan rumah, mengucapkan selamat datang kepada Menteri KP dan rombongan di Sumbawa, Tana Intan Bulaeng. Dijelaskan Fahri, bahwa orang Sumbawa mayoritas adalah masyarakat pesisir karena nenek moyangnya itu seorang pelaut.
“Karena itu kami dengan laut memang satu persahabatan yang akrab sekali dan saya ikut bangga karena Pak Menteri datang langsung ke tempat ini,” ucapnya.
Dalam menangani pesisir Sumbawa, Fahri mengaku dua kementerian bersinergi. Kementerian Kelautan dan Perikanan menata dan mengurus laut dan perikanannya. Sedangkan Kementerian PKP yang dipimpinnya ditugaskan untuk mengurusi perumahan rakyat dan kawasan permukimannya.
“Saya kebetulan bersahabat lama dengan beliau (Menteri KP) sudah lebih dari 20 tahun.Kami sering mengobrol di sela-sela rapat cabinet. Kapan kita bersinergi untuk melihat-lihat pesisir Pulau Sumbawa khususnya Sumbawa Barat dan Sumbawa. Sebenarnya ini sudah lama tapi karena kesibukan dan jadwal yang padat membuat kesempatan tertunda. Dan Alhamdulillah kita bisa bersama-sama hadir di sini,” ungkapnya.
Masyarakat pesisir yang mayoritas nelayan dinilai sangat berjasa dalam menyuplai protein kepada Bangsa Indonesia. Namun kehidupan para nelayan sangat memprihatinkan. Rumahnya kumuh, sanitasinya buruk, dan kesulitan air bersih.
Karena itu Presiden Prabowo meminta dua kementerian ini bersinergi dengan gagasan untuk menghidupkan industri nelayan di pesisir dengan berbagai macam produk. Dengan program ini, Fahri meyakini masyarakat pesisir menjadi orang yang paling sejahtera di Indonesia.
“Kalau orang pesisir sejahtera maka benteng pertahanan pesisir Indonesia menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Untuk diketahui, setelah dari Penyaring, rombongan menteri beranjak ke Pelabuhan Alas dan SMK Negeri 1 Alas. Kemudian meninjau penataan pemukiman nelayan di Pulau Bungin. (SR)






