SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Januari 2025) – Meskipun sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sudah diterapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa untuk mempermudah transaksi parkir, banyak pengusaha yang berlangganan parkir enggan memanfaatkannya. Dari lebih 60 pengusaha yang berlangganan parkir, hanya 5 orang yang telah menggunakan QRIS.
Plt Kadis Perhubungan Kabupaten Sumbawa, Syamsul Bahri, mengungkapkan hal ini dalam wawancaranya dengan samawarea.com., Rabu (8/1/25). Ia mengakui bahwa keengganan sebagian besar pengusaha untuk beralih ke sistem pembayaran digital ini disebabkan oleh budaya yang belum terbangun serta rendahnya literasi digital.
“Keengganan ini bisa terjadi karena budaya yang belum terbiasa, di samping rendahnya pemahaman mengenai teknologi digital,” jelas pejabat yang akrab disapa Ancen.
Menurut Ancen, penerapan QRIS merupakan langkah inovatif yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kebocoran pendapatan parkir yang sering terjadi dengan metode pembayaran manual. Kebocoran tersebut biasanya disebabkan oleh petugas penagih yang tidak menyetorkan uang dengan tepat waktu atau adanya celah dalam proses transaksi manual.
“Dengan menggunakan QRIS, peluang terjadinya kebocoran ini dapat dihindari,” imbuh Ancen.
Meski masih ada tantangan dalam penerapan QRIS, Dishub Sumbawa telah berhasil melebihi target pendapatan dari retribusi parkir tepi jalan. Pada tahun 2024, target pendapatan sebesar Rp 275 juta tercapai dengan realisasi sebesar Rp 350 juta.
Untuk tahun 2025, Dishub Sumbawa menetapkan target yang lebih tinggi dan berkomitmen untuk mencapainya melalui berbagai terobosan yang terus dilakukan. (SR)






