Kadis PUPR Sumbawa: Jalan Ropang-Lantung Ditangani Tahun ini, Sifatnya Pemeliharaan

oleh -1023 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Januari 2024) – Kerusakan ruas Jalan Ropang-Lantung akan menjadi prioritas untuk diperbaiki pada tahun 2025 ini. Hal tersebut disampaikan Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa, Dian Sidharta ST, menanggapi adanya keluhan masyarakat Ropang-Lantung dan desakan dari anggota DPRD Sumbawa Juliansyah SE terhadap kondisi jalan tersebut.

Namun ungkap Dian—sapaan akrab pejabat ini, perbaikannya hanya bersifat pemeliharaan. “Dalam anggaran tahun ini prioritas pemeliharaan di titik rawan, termasuk Peruak Pelondang dan secara signifikan menangani pemeliharaan ruas Lantung Ropang dimaksud,” kata Dian kepada samawarea.com, Senin (6/1/25).

Sementara dalam musim penghujan, lanjut Dian, jika ada jalan yang putus maka akan diterapkan mekanisme darurat. Dian pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidak-nyamanan dalam berkendaraan melintas ruas jalan tersebut. “Setelah ketuk anggaran akan disegerakan pelaksanaannya,” ujarnya.

Kadis Dian juga mengaku telah mengusulkan penanganan total ruas jalan Lantung-Ropang. Ini dibuktikan sudah terakomodirnya usulan itu dalam aplikasi Kresna DAK. “Sudah ada dalam aplikasi Kresna DAK, tinggal tunggu giliran,” pungkasnya.

Seperti diberitakan samawarea.com, warga di Kecamatan Ropang dan Lantung mengeluhkan kondisi ruas jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. Sebab, ruas jalan itu dalam keadaan rusak berat. Hampir di sepanjang jalan belasan kilometer itu berlubang, bahkan ada yang berbentuk kubangan dan kolam.

Bahkan yang paling parah adalah tanjakan Palondang dan Tana Mira. Tak hanya panjang dan medan yang sulit, juga banyak titik yang berlubang dan memerlukan penanganan segera. Lantaranya banyak lubang dan kubangan, warga menyarankan agar ditanami pohon dan dimanfaatkan untuk memelihara ikan.

Kerusakan parah ruas jalan itu membuat Anggota DPRD Sumbawa Juliansyah SE, prihatin. Ia menyebutkan bahwa kerusakan jalan yang menghubungkan kedua kecamatan itu memang sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat, dan sangat berdampak pada mobilitas sehari-hari. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara, terutama di area tanjakan dan turunan yang rusak.

Bahkan ada satu titik yang mengalami kerusakan parah. Jika tetap dibiarkan maka ruas jalan Ropang-Lantung akan terputus, serta mengancam beberapa desa di Kecamatan Ropang terisolir. Sebab jalan itu menjadi satu-satunya akses. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *