SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Desember 2024) – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, menyambut positif rencana pembangunan pabrik Rice Milling Unit (RMU) yang akan segera hadir di Kecamatan Ropang.
Kehadiran RMU ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani lokal. Pasalnya, petani tidak perlu lagi menjual hasil pertaniannya dalam bentuk gabah mentah, melainkan sudah dalam bentuk olahan berupa beras, yang tentunya memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kadis Wayan menjelaskan, beberapa tahun lalu, petani di Kecamatan Ropang mengalami kesulitan dalam memasarkan gabah hasil panennya. Bahkan, gabah tersebut sempat ditolak oleh Bulog karena kualitasnya yang rendah akibat cuaca dingin di daerah tersebut yang menyebabkan gabah menjadi lembab.
“Ropang merupakan daerah dingin. Kalaupun gabah petani dipaksakan untuk diolah, hasil olahannya akan pecah-pecah,” kata Kadis.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan berupa 1 unit alat pengering gabah (driyer) berkapasitas 10 ton pada Tahun 2023 lalu. Dengan adanya alat pengering ini, gabah petani di Ropang dapat diterima dengan baik oleh pasar, termasuk pengusaha-pengusaha di Kota Sumbawa dan luar daerah, serta Bulog.
Kadis Wayan juga memberikan apresiasi kepada pengusaha lokal di Kecamatan Ropang yang akan membangun RMU. Mesin penggilingan padi ini akan mempercepat proses pemasaran hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani, karena mereka dapat menjual produk mereka dalam bentuk beras yang berkualitas.
“Sudah ada mesin pengering (driyer), ditambah dengan mesin penggilingan padi (RMU), ini memberi peluang besar bagi petani di Ropang untuk meningkatkan pendapatannya dari penjualan hasil panen,” ungkapnya.
Beras Ropang sendiri sebenarnya sudah cukup terkenal di pasar, dengan kualitas rasa yang enak, pulen, dan lemas. Dengan adanya dukungan dari alat pengering dan RMU, ujar Kadis, kualitas beras Ropang diharapkan semakin terjamin dan semakin dikenal sebagai produk unggulan. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pemasaran tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan beras di masyarakat setempat.
“Keberadaan RMU di Kecamatan Ropang dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam meningkatkan daya saing beras lokal di pasar. Dengan kualitas beras yang semakin terjaga dan proses produksi yang efisien, petani Ropang dapat memperoleh harga yang lebih baik untuk hasil panennya, baik di pasar lokal maupun pasar luar daerah,” pungkasnya.
Sebelumnya Koordinator BPP Kecamatan Ropang, Masujam SP menyebutkan Ropang termasuk salah satu penghasil beras berkualitas. Setiap tahunnya Ropang menghasilkan 8.000 lebih ton beras termasuk 6.269,9 Ton untuk musim tanam pertama (MT I). Produksi ini surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Produksi ini berasal dari luas area tanam di Kecamatan Ropang mencapai 1.253,98 hektar untuk lahan tadah hujan dan irigasi, perkebunan 369.000 hektar dan tegalan siap tanam untuk padi gogo dan jagung seluas 776,82 hektar. Bahkan ada rencana dalam waktu dekat cetak sawah untuk penambahan luas baku,” ungkapnya.
Kemudian, untuk mengolah hasil padi petani, pengusaha local, Fery Irawan, akan membangun pabrik Rice Milling Unit (RMU) berkapasitas 2 ton per jam. Saat ini tengah dilakukan penataan lokasi rencana pembangunan RMU yang berada di samping driyer. (SR)






