SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Desember 2024) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Fahri Hamzah SE, menyoroti pengelolaan sampah di Kabupaten Sumbawa, yang menurutnya masih belum berhasil dengan baik.
Dalam kunjungan kerjanya di Sumbawa, pada Selasa (24/12), Fahri mengungkapkan bahwa belum ada contoh sukses dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Fahri, yang akrab disapa FH, kemudian menantang Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa terpilih, Jarot-Ansori, untuk menjadikan Sumbawa bebas sampah serta mengelola sampah secara ekonomis. Menurutnya, pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Jika pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, sampah bisa menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Seperti halnya di beberapa wilayah yang berhasil mengelola sampah dengan cara memilah antara sampah organik dan an-organik, yang kemudian bisa diolah menjadi pupuk, dijual untuk diubah menjadi energi, bahkan dijadikan bahan bangunan,” ujar Fahri.
Dalam kesempatan tersebut, Fahri juga menyampaikan program besar Presiden Prabowo melalui Kementerian PKP, yang akan membangun 3 juta rumah, dengan pembagian 1 juta unit untuk wilayah perkotaan, pedesaan, dan pesisir.
Salah satu contoh keberhasilan yang diberikan adalah kawasan Muara Karang, Jakarta, yang telah dipugar untuk menjadi lebih bersih dan teratur. Di sana, fasilitas umum seperti taman bermain anak, jalan pedestrian, dan lapak UMKM dibangun untuk mendukung perekonomian lokal.
Untuk itu, Fahri mendorong agar langkah serupa diambil di Sumbawa. Menurutnya, Bupati Sumbawa terpilih harus segera mencanangkan program pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat RT. Salah satu ide yang disarankan adalah menggelar lomba RT terbersih dengan hadiah yang menarik, seperti 100 juta rupiah, untuk memotivasi masyarakat agar lebih peduli dengan kebersihan lingkungan.
“Ini harus menjadi perhatian serius dari pemimpin daerah. Dukungan dan dana sudah ada, yang dibutuhkan adalah kemauan dan ide untuk menggerakkan masyarakat,” tegas Fahri.
Dengan adanya langkah-langkah konkret dalam pengelolaan sampah, Fahri berharap Sumbawa bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Untuk diketahui, Fahri Hamzah tiba di Kabupaten Sumbawa setelah dalam perjalanan dari Bima, Senin (23/12). Selanjutnya berjalan kaki sepanjang 2 kilometer di pesisir pantai Sumbawa dari Saliperate ke Muara Sungai Brang Biji untuk melihat secara langsung kondisi pantai yang akan didesain sesuai rencana yang ada.
Ikut mendampingi Wakil Ketua DPRD H. Berlian Rayes S.Ag, M.Si., M.M. Inov, Asisten II Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya ST, Kepala Bappeda, E.S. Adi Nusantara, Kadis PUPR Dian Sidharta ST, Kadis PRKP Pipin Sakti Bitongo ST., M.Eng, Kadis Kelautan dan Perikanan, Rahmad Hidayat S.Pi., M.Si, Ketua PWI Sumbawa, Camat Badas, Kapolsek Badas, Kades Labuhan Sumbawa dan Kades Karang Dima. (SR)






