Sumbawa Barat. Samawarea.com (21/12/2024) Program pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) semakin menunjukkan hasil yang positif melalui pelatihan intensif bertema “Mendalami Industri Pariwisata”. Program ini diinisiasi oleh PTAmman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) untuk mendukung pengembangan industri pariwisata di KSB, sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas dan pelaku pariwisata setempat agar dapat berkolaborasi dalam mempromosikan KSB sebagai destinasi unggulan wisata.
Masyarakat KSB kini mulai menyadari potensi pariwisata sebagai pendorong ekonomi daerah. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam hal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sektor ini. Banyak komunitas yang belum tahu bagaimana memanfaatkan keahlian mereka untuk berperan dalam kemajuan pariwisata daerah. Menyikapi hal tersebut, sebagai bagian dari upaya Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk pariwisata berkelanjutan di KSB, AMMAN berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di KSB melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, dengan tujuan agar masyarakat dan pelaku pariwisata dapat berkolaborasi dalam menciptakan berbagai kegiatan dan event menarik, serta mempromosikan keindahan alam dan budaya KSB ke dunia luar, ” Ungkap Aji Suryanto, Sr. Manager Social Impact AMMAN
Dengan menggandeng Big Change sebagai mitra pelaksana, AMMAN menyelenggarakan program pelatihan bertajuk “Building Stronger Communities in West Sumbawa: Promotion & Project Management Workshop”. Pelatihan ini berlangsung selama tiga bulan (Agustus-Oktober 2024) dan melibatkan 13 komunitas yang terdiri dari 30 peserta, termasuk komunitas skate, basket perempuan, sepak bola, produk UMKM, Pokdarwis Bua Lawah, fotografer, hingga kelompok penggiat pariwisata seperti Selan Guyu Diving dan Rarak Ronges. Selama pelatihan, peserta didorong untuk mengembangkan ide-ide kreatif dalam bentuk kegiatan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal dan berpotensi menarik wisatawan.
Hasil dari pelatihan ini cukup menggembirakan, dengan terciptanya 10 ide kegiatan pariwisata yang menarik, seperti Green Bazaar, extreme sport video, Lawang Desa Festival, dan Visit Rarak Ronges. Dari 10 ide tersebut, lima di antaranya berhasil dituangkan menjadi proposal yang siap untuk direalisasikan.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, AMMAN dan Big Change bekerja sama dengan Tiket.com, salah satu agen perjalanan online terbesar di Indonesia, untuk memperdalam pemahaman komunitas KSB tentang tren pariwisata terkini dan peluang digitalisasi. Melalui dua sesi yang diberikan oleh Tiket.com, yaitu tentang “Memajukan Pariwisata Sumbawa Barat dengan Wawasan Industri Terbaru tentang Tren Perilaku Wisatawan Lokal dan Global di Indonesia” dan “Strategi Digital dalam Industri Pariwisata dan Perhotelan”, peserta diajarkan tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan tren perilaku wisatawan serta pemanfaatan strategi digital dalam mempromosikan destinasi wisata.
Dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata, Atha dari Tiket.Com selaku pemateri di acara pelatihan pengembangan Pariwisata menekankan peningkatan kapasitas masyarakat dan pentingnya kolaborasi strategis yang saling mengikat untuk memastikan keberlanjutan dan kenyamanan bagi wisatawan. Menurutnya, salah satu hal yang harus diperkuat adalah pemeliharaan destinasi wisata, seperti menjaga terumbu karang yang ada dan mengelola sampah secara profesional di wilayah-wilayah wisata. Hal ini penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, yang harus didukung oleh kelompok sadar wisata dan lembaga kemasyarakatan lainnya agar lebih ramah dan welcoming terhadap para wisatawan.
“Orang yang datang untuk berwisata pasti mencari kebahagiaan. Oleh karena itu, memastikan kebersihan, kenyamanan, dan keamanan menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata,” ujar Atha dalam pemaparannya.
Setelah pondasi tersebut kokoh, strategi promosi pariwisata pun harus diperkuat. Saat ini, promosi yang paling efektif adalah melalui teknologi digital, karena dapat menjangkau audiens yang lebih luas, baik wisatawan lokal maupun internasional.
Selain itu, salah satu penerima manfaat pelatihan Kepala BLUD Kelautan dan Perikanan Sumbawa dan Sumbawa Barat, Hamdon SPd MM, mengungkapkan bahwa kolaborasi yang baik telah dijalankan bersama AMMAN, sesuai dengan prinsip kemajuan pariwisata yang meliputi pemeliharaan terumbu karang, mangrove, serta pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kerja sama ini telah membawa dampak positif, terutama di kawasan Gili Balu dan Pulau Kenawa, yang kini menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Gili Balu, khususnya Pulau Kenawa, saat ini menjadi idola para wisatawan, bahkan menjadi titik transit bagi para pelancong yang melintas antara Bali dan Labuan Bajo. Ini menunjukkan betapa besar potensi wisata yang ada di Sumbawa dan Sumbawa Barat,” kata Hamdon.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat dan dukungan teknologi, sektor pariwisata di Sumbawa dan Sumbawa Barat diharapkan akan terus berkembang, membawa dampak positif bagi perekonomian lokal dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap wisatawan yang berkunjung.






