MATARAM, samawarea.com (12 Desember 2024) – Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan bahwa persiapan PON 2028 harus dilakukan secara matang oleh KONI dan seluruh kabupaten/kota di NTB.
“Kami mencanangkan persiapan dimulai 1 Januari 2025. Pasca PON Aceh-Sumut, kami terus menggelar rapat, termasuk evaluasi bersama KONI pusat dan daerah,” ungkap Mori saat menggelar pertemuan dengan KONI dan Pemda Sumbawa di Sekretariat KONI NTB Mataram, Kamis, 12 Desember 2024.
Ia juga menegaskan bahwa NTB tidak akan membangun stadion baru untuk PON 2028, melainkan fokus pada revitalisasi venue yang sudah ada. Beberapa ballroom hotel juga akan dimanfaatkan untuk pertandingan, seperti cabor beladiri.
Terkait pembagian cabor, Mori menyebut Tim 9 sedang menyelesaikan master plan untuk menentukan lokasi pertandingan.
“Panahan di Stadion Pragas sudah memadai, hanya perlu peninggian tembok dan penambahan lapangan latihan. Untuk GOR Mampis Rungan, kami optimalkan untuk beladiri dengan beberapa perbaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk olahraga motor seperti grasstrack dan road race, masih diperlukan konsultasi dengan pusat dan PB terkait kepastiannya.
“Kami pastikan maksimal tiga cabor akan dipertandingkan di Sumbawa, termasuk panahan, beladiri, dan olahraga bermotor. Kami minta waktu untuk kepastian terkait Samota,” tutup Mori.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Organisasi KONI Sumbawa Amiruddin, Kabid Binpres Samsul Patria, Kabid Pendidikan dan Pelatihan Ardian Pranata, Humas KONI Sumbawa, serta sejumlah pejabat dari Pemda Sumbawa, termasuk Kabid Perencanaan Anggaran BKAD Dedi Ruslan, SE., dan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Dr. Rusmayadi. Pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi untuk memastikan kesiapan Sumbawa sebagai salah satu tuan rumah PON 2028. (SR)






