Strategi Kelola Sampah, Hanya Jarot Ansori yang Tidak Setuju Ada Tambahan TPA

oleh -635 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 November 2024) – “Apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa kebijakan apa yang dilakukan agar penanganan sampah bisa terlaksana dengan baik bahkan sampah bisa menjadi produk bernilai ekonomi ?” demikian pertanyaan Tim Panelis yang dibacakan Presenter CNN Khanza Tamarindora untuk dijawab para pasangan calon pada Debat Publik Pilkada Sumbawa yang diselenggara KPU di La Grande Grand Sumbawa Hotel, Kamis (31/10/24).

Menjawab hal itu, pasangan nomor urut 1, Hj Dewi Noviany S.Pd., M.Pd – Ir. Talifuddin M.Si mengatakan untuk bisa mengotimalkan pengelolaan sampah harus terlebih dahulu regulasinya. Menurutnya semakin lama sampah kian menumpuk karena itu perlu dialokasikan anggaran yang cukup seperti peralatan dan penambahan truk sampah.

Demikian juga penting ada penambahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di setiap zona yaitu barat, timur, utara, selatan dan tengah. Selain itu Novi Talif akan memperbanyak bank sampah yang akan dikelola oleh kelompok masyarakat terlatih.

Dari bank sampah ini sampah didaur ulang, mengubah sampah menjadi berkah atau produk yang bernilai ekonomis. Tentunya sumber daya yang ada harus diberikan edukasi dan pelatihan terutama kalangan ibu-ibu dalam pengelolaan sampah sehingga hasilnya dapat membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tentunya semua ini bisa dilakukan dengan kolaborasi semua pihak.

Pasangan Abdul Rafiq SH – H. Sahril S.Pd., M.Pd (Rafiq Sahril) dan pasangan Drs. H. Mahmud Abdullah – H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH (Mo-BJS) sepakat dengan pasangan Novi Talif dalam pengelolaan sampah mulai dari menambah dan mengoptimalisasi TPA, memaksimalkan keberadaan bank sampah, dan mengedukasi masyarakat untuk menjadi sampah bernilai ekonomi.

“Harus ada pemisahan sampah. Yang bisa didaur ulang dapat dikelola, dan yang tidak bisa didaur ulang diarahkan ke TPA,” kata Rafiq—sapaan Cabup nomor 3. “Keberadaan TPA itu penting, tapi TPA yang berteknologi bukan yang konvensional,” tambah Cawabup Haji Sahril.

Sementara Calon Bupati Haji Mo mengatakan tambahan TPA akan terus diupayakan mengingat TPA yang ada masih terbatas yaitu hanya ada di Raberas Kota Sumbawa dan Alas Barat, sehingga harus juga ada di zona timur, utara dan selatan.

Pihaknya juga akan memprogramkan bank sampah untuk mengelola sampah bernilai ekonomi. Tidak hanya itu, pasangan Mo-BJS akan memperhatikan nasib atau kesajahteraan petugas sampah yang setiap hari berjibaku untuk menjadi Kota Sumbawa bersih dan bebas sampah.

Strategi pengelolaan sampah tiga pasangan calon itu, ternyata berbeda dengan pasangan Ir. H. Syarafuddin Jarot – Drs. H. Mohamad Ansori. Pasangan nomor 2 ini mengatakan tidak perlu mengalokasikan anggaran untuk membuat TPA di semua zona.

“Saya membaca peraturan baru, bahwa untuk 2025 tidak diperkenankan lagi untuk membuka TPA baru,” kata Calon Bupati yang disapa Haji Jarot, tanpa menyebut aturan dimaksud.

Ia mengaku memiliki strategi pengelolaan sampah sebagaimana yang diterapkan negara-negara maju dengan cara menurunkan jumlah sampah, menggunakan sampah yang bisa digunakan, dan mendaur ulang. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *