Datangi Warga Labuhan Ijuk, Rafiq Sahril ‘Dihadang’ Pedang

oleh -618 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Oktober 2024) – Kehadiran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Abdul Rafiq SH – H. Sahril S.Pd., M.Pd, di Desa Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir, Rabu (9/10./24) sore, disambut meriah warga setempat.

Saat pasangan ini tiba di lokasi yang disediakan, tanpa diduga dua orang maju ke depan dengan pedang terhunus. Diiringi irama yang menghentak dari pukulan ratib dan tiupan serunai,  Heruddin dan Rahman menampilkan atraksi seni bela diri Suku Bugis, Sulawesi yang dinamakan Menca Pedang.

Keduanya bertarung, adu ketangkasan dan kekuatan untuk menjadi pemenang. Sambaran pedang panjang yang tajam mengkilat ini, membuat mata pasangan Rafiq Sahril tak berkedip. Sebab penampilan Heruddin dan Rahman ini terlihat apik namun menegangkan.

Menurut Heruddin yang ditemui usai tampil, bahwa Menca Pedang ini mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah perjuangan. Selain itu teknik serta filosofi yang terkandung dalam Menca Pedang ini menggambarkan kekuatan dan keanggunan.

Sementara Calon Bupati Sumbawa, Abdul Rafiq memberikan tanggapan positif atas penampilan atraksi Menca Pedang yang disuguhkan oleh warga Labuhan Ijuk. Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, Abdul Rafiq menyatakan bahwa atraksi ini tidak hanya menunjukkan kekayaan budaya Suku Bugis, tetapi juga menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya lokal.

“Penampilan Menca Pedang adalah contoh yang luar biasa dari kekayaan budaya kita. Atraksi ini menggambarkan keberanian dan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Saya sangat mengapresiasi upaya warga Labuhan Ijuk dalam mempertahankan tradisi ini,” ungkap Abdul Rafiq.

Ketika terpilih sebagai Bupati Sumbawa, Abdul Rafiq berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya Suku Bugis melalui berbagai inisiatif. Ia berencana untuk mengembangkan program pelatihan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda, serta mengadakan festival budaya secara berkala yang menampilkan berbagai atraksi tradisional.

“Selain itu, kami juga akan menggandeng komunitas dan lembaga budaya untuk menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi pelaku seni untuk berkreasi. Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga warisan kita sehingga generasi mendatang dapat menikmati serta melestarikan tradisi yang telah ada sejak lama,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *