Sumbawa Barat, Samawarea.com 25/5/2024
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan Posyandu di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PD) KSB mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai sistem informasi Posyandu. Acara ini diikuti oleh 228 peserta terdiri dari agen Posyandu AGR dan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM).
Kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih para agen dan kader tentang penggunaan sistem informasi Posyandu yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk memudahkan pengumpulan dan pengelolaan data hasil layanan Posyandu, sehingga dapat diakses dan dianalisis dengan lebih efektif.
Kepala Dinas DPM-PD KSB, Tajuden, menekankan pentingnya sistem informasi ini dalam meningkatkan kualitas layanan Posyandu di daerah tersebut. “Data hasil layanan Posyandu akan terkoneksi dengan Sistem Informasi Posyandu (SIP) Provinsi, sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh,” ungkap Tajuden.
Selama Bimtek, para peserta diberikan pelatihan intensif mengenai cara menginput data, mengelola informasi, dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam sistem informasi tersebut. Dengan adanya sistem ini, diharapkan para agen dan kader Posyandu dapat lebih cepat dan akurat dalam melaporkan data kesehatan ibu dan anak, sehingga program-program kesehatan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.
Selain itu, sistem informasi ini juga memungkinkan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data Posyandu. Dengan demikian, baik pemerintah daerah maupun masyarakat dapat memantau perkembangan kesehatan di wilayahnya masing-masing.
Tajuden juga menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang antusias mengikuti Bimtek ini. “Partisipasi aktif dari agen Posyandu dan KPM sangat penting untuk suksesnya implementasi sistem informasi ini. Saya berharap setelah pelatihan ini, mereka dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di lapangan,” tambahnya.
Dengan adanya sistem informasi yang terkoneksi dengan SIP Provinsi, diharapkan data yang dihasilkan dari Posyandu di KSB dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Hal ini akan membantu pemerintah dalam merancang kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu langkah konkret DPM-PD KSB dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak serta peningkatan kualitas layanan Posyandu di Kabupaten Sumbawa Barat. Tajuden berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memastikan bahwa semua agen dan kader Posyandu memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola sistem informasi ini.
Dengan dukungan teknologi informasi yang semakin maju, diharapkan layanan Posyandu di KSB dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.






