MATARAM, samawarea.com (11 Maret 2024) – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai kemunculan paket H Mahmud Abdullah dan Abdul Rofiq atau pasangan MOFIQ di Pilkada Kabupaten Sumbawa tahun 2024 ini, bakal memantik antusiasme publik yang luar biasa. Perpaduan pengalaman dari Mahmud Abdullah dan energi baru dari Abdul Rofiq, bakal menjadikan pasangan tersebut sebagai harmoni yang sempurna.
”Paket MOFIQ ini benar-benar paket super komplet. Keduanya adalah figur yang hadir dengan integritas, kompetensi, dan popularitas,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Senin (11/3/2024).
Haji Mo, sapaan karib Mahmud Abdullah, saat ini adalah Bupati Sumbawa. Tokoh kelahiran 10 April 1956 ini adalah figur yang kenyang pengalaman birokrasi. Mengawali karir abdi negara sejak tahun 1983, Haji Mo telah memangku nyaris seluruh jabatan strategis. Mulai dari camat, kepala dinas, hingga Sekretaris Daerah. Karir cemerlangnya kian komplet dengan memangku jabatan Wakil Bupati dan kini Bupati Sumbawa setelah terpilih dalam ajang pesta demokrasi Tahun 2019 lalu.
Sementara Abdul Rafiq adalah Ketua DPRD Sumbawa. Politisi PDI Perjuangan kelahiran 27 Agustus 1974 ini, telah menjadi wakil rakyat sejak tahun 2009. Dalam dua pemilu terakhir, termasuk Pileg tahun 2024, Abdul Rafiq adalah pemegang rekor suara pribadi terbanyak dari seluruh calon anggota legislatif yang bartarung di Bumi Sabalong Samalewa.
”Pasangan MOFIQ ini benar-benar menyatukan pengalaman yang telah teruji dan energi baru yang melambung tinggi. Pengalaman menjadi panduan dan energi baru menjadi daya dorongnya,” cetusnya.
Analis politik kawakan Bumi Gora yang akrab disapa Didu ini menegaskan, penggabungan pengalaman yang panjang dan energi baru yang bersemangat, adalah kunci untuk membawa pembangunan dan keadilan bagi semua warga.
Pasangan MOFIQ adalah kombinasi antara jejak langkah yang telah menciptakan sejarah dan langkah-langkah baru yang akan membentuk masa depan yang cerah. Sebuah hal yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Didu menegaskan, kemunculan pasangan MOFIQ yang kini mulai memantik perhatian publik, bukanlah suatu yang kebetulan. Melainkan diyakininya telah melalui proses matang dan pertimbangan strategis yang berlapis.
Sebagai bupati petahana yang telah mengantongi rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada 2024, Haji Mo memang sangat berkepentingan menggandeng figur seperti Abdul Rafiq yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbawa.
Berdasarkan berbagai kajian yang dilakukan Mi6, Didu mengungkapkan, langkah bupati petahana yang menggandeng Ketua DPRD, memiliki beberapa implikasi dan keuntungan yang signifikan. Pertama sebutnya, ada faktor kontinuitas kepemimpinan.
Dengan menggandeng Ketua DPRD, bupati petahana dapat memastikan adanya kontinuitas kepemimpinan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Keduanya dapat dipastikan telah memiliki pemahaman yang mendalam tentang program unggulan yang telah dan sedang berjalan serta dapat merencanakan kelanjutan yang efektif untuk program tersebut.
Menggandeng Ketua DPRD bagi petahana sambung Didu, akan menghadirkan penguatan basis politik. Mengingat, Ketua DPRD biasanya memiliki pengaruh dan jaringan politik yang kuat. Sehingga ketika bupati petahana berpasangan dengan Ketua DPRD, maka dapat memperluas cakupan dukungan politiknya, termasuk di antara anggota DPRD dan partai politik terkait.
“Keduanya dapat bersinergi dalam memobilisasi dukungan politik, yakni menggabungkan basis dukungan dari partai politik dan masyarakat umum. Hal yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan mesin tim pemenangan. Dan ini sudah pasti memperkuat peluang kemenangan,” ucap Didu.
Pertimbangan lainnya, lanjut Didu, Ketua DPRD biasanya memiliki pemahaman yang mendalam tentang proses legislasi dan pengambilan keputusan di tingkat legislatif. Karena itu, kombinasi bupati petahana dengan ketua DPRD ini lanjut Didu, dapat membantu dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan meminimalkan hambatan legislatif manakala pasangan tersebut terpilih memangku amanah dari masyarakat.
Di sisi lain, perpaduan pengalaman dua figur yang berasal dari ekskutif dan legislatif, biasanya akan menjadikan mereka dengan mudah bekerja sama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pembangunan.
Hal tersebut sudah pasti dapat menciptakan pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Kombinasi kepemimpinan daerah yang berasal dari bupati petahana dan ketua DPRD, dalam banyak bukti telah membawa pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika dan kebutuhan lokal. Inilah yang membantu mereka mengidentifikasi prioritas-prioritas yang sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Pasangan bupati petahana dan Ketua DPRD ini dapat memperkuat otoritas dan legitimasi keduanya, karena masyarakat dapat melihat adanya kesinambungan dan kestabilan dalam kepemimpinan daerah,” demikian Didu. (SR)





