SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26 Februari 2024) – Pilkada Sumbawa bakal seru. Pasalnya, sinyal pecah kongsi dua incumbent, Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah dan Wakil Bupati Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo-Novi) semakin menguat. Ketika Mo-Novi tidak berlanjut ke jilid II, dapat dipastikan persaingan pada Pilkada mendatang sangat kompetitif.
Saat ini banyak figur yang muncul. Selain Haji Mo, Hj. Novi, Haji Jarot dan Abdul Rafiq, juga muncul nama Muhammad Yamin, Haji Asaat Abdullah, H. Ilham Mustami, H. Mohamad Ansori, Ir. Talifuddin, H. Burhanuddin Jafar Salam, Boris Syaifullah, dan lainnya. Bahkan sejumlah kalangan sudah mulai menjodohkan beberapa figur tersebut.
Namun dari informasi yang diperoleh samawarea.com, hampir dipastikan Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd berpasangan dengan Ir. Talifuddin M.Si. Kabarnya, sudah ada pembicaraan dua partai untuk mengusung pasangan Vital (Novi-Talif) ini. Partai tersebut adalah PKS dan Partai Gelora. “PKS mengajukan Ibu Novi, dan Gelora mengusulkan Pak Talif,” kata sumber terpercaya yang enggan menyebutkan identitasnya, Rabu (28/2) malam ini.
Dua partai yang bakal mengusung pasangan Vital ini, berhasil meraih suara signifikan pada Pileg 2024 lalu. PKS yang keluar sebagai pemenang Pemilu di Sumbawa meraih 6 kursi, dan Gelora sebagai partai pendatang baru secara mengejutkan mengoleksi 4 kursi. Jika dijumlahkan perolehan kursi dua partai tersebut mencapai 10 kursi, atau melebihi syarat minimal dalam mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa.
Jika pasangan Novi—Talif terbentuk, besar kemungkinan Drs. H. Mahmud Abdullah berpasangan dengan Abdul Rafiq SH. Menyatunya dua partai besar, Golkar dengan 6 kursi dan PDIP 5 kursi untuk mengusung pasangan Mo-Rafiq ini, menjadi saingan terberat bagi pasangan Vital.
Terkait dukungan Partai Gelora dan kabar koalisi dengan PKS untuk Novi-Talif, samawarea.com menghubungi pengurus DPP, H. Yadi Surya Diputra, S.Sos.I., MA, Kamis (29/2) dinihari. Namun tokoh nasional asal Sumbawa yang akrab disapa Ustadz Suryo ini, enggan memberikan jawabannya.
Ia beralasan bahwa Partai Gelora sedang focus mengawal perhitungan dan rekapitulasi suara Pileg 2024. “Belum sama sekali ada percakapan tentang Pilkada. Gelora otonom untuk politik lokal. Ketua DPD Gelora Sumbawa yang punya kebijakan terkait arah politik local,” ujarnya. (SR)






