Jadi Irup, Sekretaris DPKS Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

oleh -1122 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Oktober 2023) – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa memandang penting pendidikan karakter di kalangan sekolah terutama bagi para pelajar di jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat.

Sebab dengan pendidikan karakter, peserta didik akan mampu mengembangkan potensi dasar dari dalam diri masing-masing, sehingga bisa tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, berpikir baik, dan berperilaku sesuai moral.

“Pendidikan karakter bisa menjadi benteng dalam mencegah terjadinya degradasi moral di kalangan pelajar,” ungkap Zainuddin—Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, saat menjadi inspektur upacara di SMK Islam Farmasi Sumbawa Besar, Senin (30/10) pagi.

Bang Jen—sapaan akrabnya, mengakui bahwa moral di kalangan pelajar di Kabupaten Sumbawa mulai terdegradasi. Banyak anak-anak usia sekolah terutama pelajar terlibat dalam beragam kasus tindak pidana, baik sebagai pelaku maupun korban. Dari beberapa kasus yang sempat ditangani Dewan Pendidikan, ungkap Bang Jen, dominan adalah kasus perkelahian, narkoba dan kekerasan seksual.

Banyak pelajar yang diamankan polisi karena terlibat dalam kelompok-kelompok gangster. Sebab aksinya sangat meresahkan masyarakat, dan kerap berbuat tindakan yang merusak dan membahayakan. Ini terjadi selain salah pergaulan, juga lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya.

“Kepada para siswa untuk tidak melibatkan diri atau membuat gangster yang meresahkan, selain merugikan diri sendiri juga orang lain. Jadilah orang bermanfaat bagi sesama,” kata Bang Jen mengingatkan.

Kasus lainnya adalah kekerasan seksual di kalangan remaja. Saat ini angka kasus tersebut yang ditangani pihak kepolisian cukup tinggi. Ini terjadi karena adanya pergaulan bebas di kalangan remaja. Setiap patroli yang dilakukan pihak kepolisian, kerap ditemukan sekelompok remaja putra maupun putri yang berkeliaran di tengah malam. Bahkan ada yang sedang pesta minuman keras. Kondisi ini bisa memicu terjadinya tindak pidana, terutama kasus kekerasan seksual.

Selanjutnya kasus narkoba. Belum lama ini tercatat 19 siswa sebuah SMA di wilayah timur Sumbawa dinyatakan positif narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan terhadap 22 siswa. Dikatakan Bang Jen, dari hasil pendalaman, ternyata para siswa ini sudah terpapar narkoba sejak SD, SMP dan SMA.

“Jangan sekali-kali mencoba barang haram ini. Sekali mencoba akan kecanduan, dan ketika kecanduan akan terdorong untuk terus mengkonsumsinya dan mendapatkan narkoba. Ketika ini sudah terjadi penggunanya rela menghalalkan segala cara termasuk melakukan aksi-aksi kejahatan untuk bisa membeli narkoba,” tegasnya.

Bang Jen yang Ketua PWI Sumbawa ini mengaku bersyukur karena tidak ada siswa di SMK Islam Farmasi yang terlibat dalam kasus tindak criminal. Hal tersebut bisa menjadi contoh baik bagi sekolah lainnya.

Sementara Kepala SMK Islam Farmasi Sumbawa, Kusriawansyah, S.Pd,. mengatakan, kegiatan ini merupakan program sekolah. Sekolah mengundang para tokoh-tokoh muda untuk berbagi pengalaman, serta edukasi kepada siswa-siswi di sekolah, sekaligus menjadi inspektur upacara.

“Ini adalah program sekolah kami. Berharap dengan mendatangkan para tokoh, siswa kami dapat memiliki tambahan amunisi pengetahuan sehingga kelak menjadi bekal setelah mereka lulus dan meninggalkan sekolah ini,” ungkap Kus sapaan akrabnya.

Ke depan sambung Kus, SMK Islam Farmasi Sumbawa juga akan terus berupaya menciptakan program dan inovasi-inovasi baru guna memberikan bekal yang terbaik bagi siswa-siswinya.

“Kami mohon support dan dukungan selalu dari PWI Sumbawa dan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa agar niat kami dalam memberikan yang terbaik bagi generasi penerus ini dapat membuahkan hasil yang baik sehingga lulusan nanti menjadi orang-orang yang sukses tidak hanya sukses dunia namun sukses akhiratnya,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *