Purna Santri Aisyah, Wabup Sebut Pendidikan Pesantren Investasi Dunia Akhirat

oleh -104 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Mei 2026) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyebut momen wisuda sebagai puncak dari proses panjang pendidikan yang telah dilalui para santri.

“Jika pada hari-hari lain pondok ini diisi dengan proses belajar mengajar, maka hari ini adalah puncaknya. Hari yang ditunggu setelah anak-anak kita digembleng selama 5 hingga 6 tahun, ditempa dengan ilmu, akhlak, dan kedisiplinan,” ujarnya saat menghadiri acara Purna Santri ke-7 dan pemberian penghargaan Hafizhah terbaik di Pondok Pesantren Aisyah, Selasa (5/5/2026).

Wabup mengapresiasi dedikasi para ustaz dan ustazah dalam membina santri. Menurutnya, tugas tersebut bukan hal ringan, namun menjadi amal jariyah karena dilandasi keikhlasan.

“Ilmu yang ditanamkan di Ponpes Aisyah ini bukan sekadar investasi dunia, tetapi juga investasi akhirat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan memiliki kedekatan emosional dengan Ponpes Aisyah sejak awal pendiriannya. Wabup pun memuji kebiasaan para santri yang rutin menjalankan puasa Senin-Kamis sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Pemerintah daerah, lanjutnya, sangat mengapresiasi sistem pendidikan boarding school yang diterapkan, karena mampu membina santri selama 24 jam. Hal ini terbukti dengan tingginya angka lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Hampir 90 persen alumninya melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan banyak kampus memberikan jalur khusus bagi hafiz 10 juz hingga 30 juz,” ungkapnya.

Menurutnya, jika lulusan pesantren yang hafal Al-Qur’an kelak menjadi pemimpin, maka diharapkan akan menjadi sosok yang amanah dan berintegritas.

Kepada para alumni, Wabup berpesan agar menjadi duta pondok dan mengajak masyarakat untuk menempuh pendidikan di pesantren. Ia juga menyampaikan harapannya agar kawasan Ponpes Aisyah dapat berkembang menjadi lingkungan pendidikan terpadu atau “kampung santri”.

Selain itu, keberadaan ratusan santri dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari usaha kecil hingga jasa.

“Ini adalah konsep pesantren modern: membangun gedung, membangun manusia, dan membangun lingkungan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Wabup meminta pihak pondok untuk menyampaikan proposal kebutuhan guna dapat difasilitasi sesuai kemampuan fiskal daerah.

Menutup sambutannya, Wabup menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun daerah.

“Jika keduanya bersatu bersama masyarakat, maka persoalan umat akan lebih mudah kita selesaikan,” pungkasnya.

Ia pun mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati serta mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Jadilah kebanggaan orang tua, agama, dan bangsa,” tandasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *