SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Oktober 2023) – Publik secara umum menilai tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Mo-Novi relatif cukup baik, dengan persentse 46,25. Namun di sisi lain, hampir setengah dari dari responden menilai tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Mo-Novi masih kurang baik yaitu pada angka 45,76%.
Masalah yang menurut warga harus segera diselesaikan adalah infrastruktur, lapangan pekerjaan/pengangguran, korupsi dan pengendalian kebutuhan pokok. Hal ini merupakan kesimpulan dari hasil survey Approval Rating (tingkat kepuasan) public atas Pemerintahan Mo-Novi yang diekspos di Kantor Bappeda Sumbawa, Senin (23/10).
Populasi survey yang dilakukan Lembaga Analisis Studi Kebijakan dan Pemberdayaan (Lanskap) Sumbawa ini adalah seluruh warga Kabupaten Sumbawa, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survey dilakukan. Penarikan sampel menggunakan metode Multistage proporsional random slampling.
Jumlah sampel dalam survei ini adalah 800 responden dengan margin of error +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) dilaksanakan pada 16 Sepetember–28 September 2023. Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data DPT KPU terakhir.
Direktur Lanskap Sumbawa, Ardiyansyah, S.IP., M.Si menjelaskan secara rinci hasil surveinya tersebut. Diawali dari penilaian masyarakat terhadap keadaan ekonomi dan kondisi pembangunan Kabupaten Sumbawa. Masyarakat Sumbawa menilai masih baik yakni mencapai 46,25%. Sedangkan penilaian tidak ada perubahan 39,63%, sisanya tidak mengetahui 8% dan menyatakan tidak baik hanya 6,13%.
Hasil survey ini juga ungkap Ardiansyah, menyebutkan bahwa penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga lebih baik jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. Yang menilai baik mencapai 47,88%, tidak ada perubahan 37,75%, tidak baik 8,38% dan tidak mengetahui 6%.
Kemudian pandangan masyarakat terhadap masalah utama di Kabupaten Sumbawa untuk segera dibenahi oleh Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah dan Wakil Bupati Hj. Dewi Noviany. S.Pd. M.Pd (Mo-Novi) adalah infrastruktur. Yaitu perbaikan jalan dan jembatan (34,75%), pemberian bantuan (7,88%), penanganan harga pupuk (5,50%), harga kebutuhan pokok (4,24%), kelangkaan gas (4,00%), penguatan UMKM (3,38%), penyediaan lapangan kerja (3,25%), pemberian bantuan tunai (3,25%), pengentasan kemiskinan (2,88%), penanggulangan oknum warga mengganggu keamanan (2,50%), irigasi dan drainase (4,00%), bedah rumah (1,75%), ekonomi (1,50%), gaji guru (1,50%), korupsi (1,38%), dan mengembalikan WTP (0,13%), serta tidak memberikan jawaban (15,13%).
Sementara penilaian masyarakat terhadap kinerja Mo-Novi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, banyak yang kurang puas mencapai 43,50%, yang puas 34,63%, sangat tidak puas 8%, sangat puas 2,88% dan tidak mengetahui 11%.
Terhadap kinerja Mo-Novi dalam meningkatkan pemerataan dan kesejahteraan, banyak masyarakat yang kurang puas yaitu 46,75%, puas 36,63%, sangat tidak puas 7,38%, sangat puas 2,25% dan tidak mengetahui 7%.
Dalam hal penyediaan pendidikan berkualitas dan terjangkau, masyarakat merasa puas dengan kinerja Mo-Novi dengan persentase 51,13%, kurang puas 26,63%, sangat tidak puas 6%, sangat puas 5,75% dan tidak mengetahui 10,50%.
Penilaian yang sama juga terhadap kinerja Mo-Novi dalam program pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau. Yang merasa puas sangat tinggi mencapai 57%, kurang puas 21,88%, sangat puas 10,75%, sangat tidak puas 6,13% dan tidak mengetahui 4,25%.
Namun masyarakat kurang puas untuk penilaian bidang pertanian, terutama ketersedaan benih dan pupuk saat musim tanam bagi petani. Persentasenya cukup tinggi 47%, yang merasa puas hanya 19,88%, sangat tidak puas 14,88%, sangat puas 1,5% dan tidak menjawab 16,75%.
Lanjut Ardiyansyah, masyarakat kurang puas dengan kinerja Mo-Novi dalam menjaga kestabilan harga hasil pertanian (padi, jagung, bawang dan lainnya). Persentasenya cukup tinggi mencapai 41,88%. Yang puas 35,13%, sangat puas 3,63%, sangat tidak puas 6,5% dan tidak menjawab 12.88%.
Rasa kurang puas juga ditunjukkan masyarakat terhadap kinerja Mo-Novi dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok agar terjangkau oleh warga sehari-hari. Dalam survey itu terungkap masyarakat kurang puas mencapai 45,63%, cukup puas 38,75%, sangat puas 2,25%, sangat tidak puas 6,50% dan tidak menjawab 6,88%.
Hal yang sama juga dirasakan masyarakat terhadap pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan bagi petani, nelayan dan peternak. Kurang puas terhadap kinerja Mo-Novi mencapai 37,75%, cukup puas 31,63%, sangat puas 2,38%, sangat tidak puas 8,38% dan tidak menjawab 19,88%.
Untuk kinerja Mo-Novi dalam membantu pengembangan usaha dan UMKM, masyarakat yang kurang puas dan cukup puas nyaris seimbang yaitu 30,63% dan 30,25%. Sangat tidak puas 10,13%, sangat puas 4% dan tidak menjawab 25%.
Untuk penilaian masyarakat dalam mengurangi jumlah orang miskin, masyarakat kurang puas terhadap kinerja Mo-Novi 37,75%, cukup puas 20,75%, sangat tidak puas 17,38%, sangat puas 2,75% dan tidak menjawab 21,38%.
Di bagian lain survey ini juga mengungkap penilaian masyarakat terhadap kinerja Mo-Novi dalam membuka lapangan pekerjaan. Angka kurang puas masyarakat cukup tinggi mencapai 45%, cukup puas 19,75%, sangat tidak puas 17,63%, sangat puas 2,25% dan tidak menjawab 15,38%.
Kemudian kinerja Mo-Novi dalam mengurangi angka pengangguran, kurang puas 47%, cukup puas 16,75%, sangat tidak puas 17,63%, sangat puas 2,63% dan tidak menjawab 16%.
Penilaian masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata, cukup puas 29,13%, kurang puas 26,50%, sangat tidak puas 13,25%, sangat puas 4,38% dan tidak menjawab 26,75%.
Bagaimana kinerja Mo-Novi dalam pemenuhan kebutuhan layanan air bersih dari PDAM dan mengatasi kebutuhan air baku ? Persentase masyarakat yang merasa puas cukup tinggi yaitu 34,38%, kurang puas 27,5%, sangat tidak puas 15,75%, sangat puas 9,5% dan tidak menjawab 12,88%.
Untuk pembangunan infrastruktur jalan, penanganan jalan berlubang, jembatan, irigasi dan drainase, masyarakat menilai kurang puas 41,5%, cukup puas 28,63%, sangat puas 4,5%, sangat tidak puas 16,88%, dan tidak menjawab 8,5%.
Meski demikian program yang dianggap berhasil dilakukan selama Mo-Novi memerintah adalah pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan jalan dan jembatan mencapai 14,63% tertinggi dari program lainnya seperti Posyandu, PKH, peternakan, pertanian, BPJS, insentif guru dan tenaga kesehatan, BLT, MXGP, pariwisata, pelayanan kesehatan, UMKM, bedah rumah serta pendidikan dan beasiswa.
Berikutnya, Kepercayaan masyarakat pada kemampuan Mo-Novi agar Kabupaten Sumbawa lebih maju dan lebih baik lagi, yang merasa cukup yakin mencapai 50,5%, kurang yakin 26,88%, sangat yakin 6,13%, sangat tidak yakin 6,38% dan tidak menjawab 10,13%.
“Hasil survey ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pengambil dan stake holders terkaiy untuk memberikan informasi terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” pungkas Ardiyansyah yang juga Dosen Fisipol Universitas Samawa (UNSA) ini. (SR)






