Gagal Dapat Dana Pusat, Keluarga Besar SDN Selanteh Kecewa Berat

oleh -941 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Agustus 2023) – Keluarga besar SDN Selanteh Kecamatan Plampang, kecewa berat. Sebabnya, laboratorium dan ruang kelas inklusi tidak jadi terbangun. Bahkan sekarang proyek yang hampir pasti ini tak diketahui nasibnya. Padahal semua gambar, bahkan SK untuk pembangunannya sudah ada.

Kekecewaan itu disampaikan Kepala SDN Selanteh, Mawardi S.Pd didampingi sejumlah guru kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari Zainuddin (Sekretaris), Sanapiah dan Jhon Kennedy selaku anggota saat melakukan monitoring di sejumlah sekolah wilayah Sumbawa bagian timur, belum lama ini.

Diceritakan Mawardi, usulan bangunan baru untuk kelas inklusi dan laboraturium ini diajukan langsung ke pusat melalui Dapodik beberapa tahun yang lalu. Usulan itu mendapat respon positif dan SDN Selanteh masuk list untuk direalisasikan mengingat SDN Selanteh merupakan satu-satunya sekolah di wilayah timur Sumbawa yang ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Namun saat itu pembangunannya dipending karena adanya musibah Covid-19.

“Usulan kami disetujui pusat ini diinformasikan langsung oleh pusat sehingga kami dipanggil pihak Dinas Dikbud Sumbawa bidang Sarpras saat itu. Kami diperlihatkan gambar atau desain bangunan yang akan dibangun, jumlah anggaran dan lainnya. Mereka meminta kami untuk menyiapkan foto lokasi pembangunannya. Tak hanya itu kami selaku kepala sekolah penerima diikutkan Bimtek,” beber Mawardi.

Saking gembira usulannya disetujui, lanjut Mawardi, pihaknya menyampaikannya kepada masyarakat khususnya di Selanteh. Tempat pun sudah disiapkan, termasuk penataannya. Hingga Tahun 2023 ini, proyek itu tak kunjung ada. Baik pusat maupun kabupaten yang dihubungi belum memberikan jawaban pasti.

Yang membuatnya sangat kecewa, bukan hanya gagalnya realisasi proyek tersebut, tapi beberapa sekolah justru mendapatkan dana pusat untuk pembangunan ruang kelas baru.

“Sepengetahuan kami, sekolah-sekolah itu tidak pernah mengusulkannya ke pusat, tapi dapat dana pusat. Kami yang sudah usulkan dan sudah diperlihat gambar, besarnya dana, dan SK, bahkan diikutkan bimbingan teknis, tidak dapat apa-apa. Wajar kami kecewa, karena keberadaan bangunan baru di sekolah kami sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Ia berharap melalui Dewan Pendidikan, persoalan yang dialami sekolahnya dapat difasilitasi atau dikomunikasikan dengan pusat melalui Dinas Dikbud Sumbawa.

Menjawab permintaan tersebut, Anggota Dewan Pendidikan, Sanapiah S.Pd menyatakan akan mengkomunikasikannya. Diakui Pak Jando—sapaan mantan Korwil Dikbud ini, kondisi infrastruktur di SDN Selanteh cukup memprihatinkan. Selain terbatasnya ruang kelas, juga kondisi bangunan terbilang tidak representative lagi. Ini perlu dilakukan peremajaan.

Di samping itu, keadaan sekolah terkesan kumuh. Halaman upacara dan tempat bermain anak, berbatu dan masih berlantai tanah. “Kondisi ini perlu mendapat perhatian. Ini akan kami sampaikan nanti dalam pertemuan rutin dengan Dinas Dikbud,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kadis Dikbud Sumbawa melalui Kabid SD, Mohammad Husnul Alwan S.Ag  mengaku baru mengetahui gagalnya SDN Selanteh mendapat kucuran dana pusat. Menurutnya, untuk anggaran pusat melalui DAK, pihaknya hanya sebatas mengusulkan dan yang menentukan adalah pusat. “InsyaAllah kami tetap berupaya dan upayakan yang terbaik,” ucapnya. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *