Krisis Air Bersih di Labuhan Ijuk Belum Teratasi, Usulan Sumur Bor Belum Terealisasi

oleh -773 Dilihat
Kades Labuhan Ijuk Muhammad Saleh MJ didampingi istri, dan Bhabinkamtibmas, Bripka Ilyas

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Juli 2023) – Masyarakat Desa Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir mulai dihantui dengan krisis air bersih. Sebab pada September atau Oktober mendatang merupakan puncak krisis air di daerah pesisir yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan.

Kepala Desa Labuhan Ijuk, Muhammad Saleh MJ yang ditemui di sela Lomba Balap Sampan, Minggu (9/7), mengakui kondisi tersebut. Krisis air bersih ini dialami warganya sejak Tahun 2008 lalu. Krisis ini sedikit teratasi dengan adanya proyek air bersih melalui Program WISLC 2008.

Namun keberadaan program tersebut tak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warganya yang berjumlah 1.674 jiwa. “Kebutuhan kami 10 kubik per hari, yang tersedia hanya 5 kubik, jadi sangat tidak mencukupi,” ujar Saleh—akrab Kades disapa.

Untuk mengatasi kebutuhan ini, lanjut Kades, ada bantuan air bersih dari BPPD, namun tidak secara rutin. Karena itu Ia tidak ingin kondisi tersebut terus berlangsung. Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk mengusulkan bantuan sumur gali dan sumur bor kepada pemerintah kabupaten bahkan pusat.

Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda direalisasikan. “Kami sudah beberapa kali mengusulkan bantuan sumur bor atau sumur gali. Sumber airnya sudah ada salah satunya Mata Air Kalongkong Pekat yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari pemukiman,” ungkapnya.

Bukan hanya bantuan sumur bor, lanjut Kades, warganya sangat mendambakan air PDAM. Meski jangkauannya cukup jauh, tapi perlu diikhtiarkan sehingga permasalahan krisis air bersih di Desa Labhuhan Ijuk, teratasi. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *