KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, samawarea.com (5 April 2023)–Pemerintah Propinsi NTB melaksanakan Safari Ramadhan di Kabupaten Sumbawa Barat, tepatnya Masjid Agung Darussalam, Rabu (5/4/2023). Rombongan dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan Propinsi NTB, H. Abdul Azis, SH., MH.
Mengawali sambutannya, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya mertua Gubernur NTB, Hj. Sumintri Wido, dan mengajak seluruh jamaah untuk mendoakannya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya rangkaian Safari Ramadhan selalu diawali dengan berbuka puasa bersama, sekarang berbeda, karena berbuka puasa di rumah dan selanjutnya datang ke lokasi Safari Ramadhan untuk mengikuti shalat magrib, shalat isya dan shalat taraweh. Hal ini sebagai bentuk ketaatan terhadap himbauan pemerintah pusat yang melarang buka puasa bersama.
“Kita berbuka di rumah baru ke lokasi. Dengan cara ini kita dihimbau untuk lebih banyak berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Bupati.
Di bagian lain Bupati di hadapan para jamaah yang juga hadir siswa SMK dan SMA, menyampaikan kepada kepala sekolah agar tradisi baik seperti yang dicontohkan oleh ASN lingkup KTC yaitu khataman Al Quran di masjid Agung Darussalam, dapat diikuti. “InsyaAllah dengan menambah ibadah di bulan ramdhan, kita akan meraih predikat takwa,” cetus Bupati.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Propinsi NTB, H. Abdul Azis, SH., MH menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur karenakan mertuanya meninggal dunia, dan mengikuti acara pemakaman jenazah TGH. Ahyar Abduh.
Untuk diketahui ungkap Abdul Azis, selain Safari Ramadhan, Pemprop NTB juga melaksanakan gelar pangan murah, berupa kebutuhan dapur seperti cabai, bawang, tomat, gula, dan beras. Dikatakannya, banyak upaya yang dilakukan dalam rangka menurunkan tingkat inflasi.
Meski demikian, diupayakan adanya kolaborasi dan kerjasama antar dinas dan berbagai stakeholder terkait seperti Dinas Pertanian, Perindustrian, Perdagangan, dan SKPD yang termasuk dalam kelompok rumpun hijau.
“Kita berusaha agar pangan yang kita simpan bukan hanya di Bulog tetapi juga di petani harus dilakukan penyimpanan, agar ketersediaan pangan kita terjaga. Selain itu keamanan pangan juga penting. Tidak boleh terkontaminasi dengan pestisida dan bahan berbahaya,” ujarnya.
Mantan Sekda KSB ini mengatakan agar dapat meniru KSB dalam tata kelola keuangan daerah. KSB dinyatakan sukses dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi, sehingga mendapat penghargaan dalam ajang APBD Award dari Kementerian Dalam Negeri.
Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan kepada lansia dan pengurus masjid berupa sembako dan kain sarung dari Pemprop NTB, dan PT AMNT. (HEN/SR)






