Pasangan Mo—Rafiq untuk Pilkada Sumbawa 2024 Mulai Diwacanakan

oleh -434 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 April 2023)–Kebersamaan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dan Ketua DPRD, Abdul Rafiq kerap terlihat di berbagai kesempatan. Tidak hanya di acara formal tapi juga informal. Kebersamaan ini memunculkan asumsi masyarakat, bahwa keduanya bakal berduet pada Pilkada 2024 mendatang.

Sinyal ini juga terlihat ketika kedua figure kharismatik itu hadir bersama pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (8/4/2023) sore. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024” ini dihadiri Rektor UNSA, sejumlah anggota DPRD, kepala OPD, akademisi, organisasi profesi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa.

Dr. Drs. Arachman Alamudy, M.Si salah seorang peserta FGD dari kalangan tokoh masyarakat, mengatakan, duet Mo-Rafiq sangat ideal. Karena itu Ia berharap dapat dipatenkan untuk Pilkada 2024 mendatang. Abi Mang—sapaan tokoh yang pernah menjabat sebagai Pimpinan DPRD Sumbawa ini, menilai sosok keduanya sangat disukai masyarakat.

Terlebih Mo—Rafiq merupakan dua pimpinan partai besar. Haji Mo merupakan Ketua Partai Golkar Sumbawa, sedangkan Abdul Rafiq Ketua PDIP Sumbawa. Dengan berkoalisinya dua partai ini sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon. “Syarat minimal kursi sudah terpenuhi,” sebutnya.

Mengenai usia Haji Mo yang dianggap sudah terlalu tua oleh sebagian kalangan, Abi Bang dengan membantahnya. Menurutnya, standard WHO untuk usia produktif, menegaskan usia Haji Mo terbilang masih muda. “Jangan dua periode, tiga periode jika ada, masih bisa. Beliau masih muda,” ujar politisi senior Partai Golkar ini.

Sementara Ketua DPC Hanura Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si yang dimintai tanggapannya usai FGD, mengakui Mo—Rafiq cocok menjadi pasangan untuk Pilkada mendatang. Modal politik keduanya tak diragukan lagi. Haji Mo dengan jabatan sebagai Bupati, Ketua Partai dan Ketua NU, cukup menjadi modal besar dalam mengerahkan sumber daya yang ada.

Demikian dengan Abdul Rafiq, dengan posisinya sebagai Ketua DPRD maupun ketua partai pemenang pemilu dengan suara terbanyak di Kabupaten Sumbawa. “Ini dahsyat karena bersatunya dua kekuatan besar,” cetusnya.

Secara terpisah Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd, menilai wacana tersebut sah-sah saja, apalagi keduanya memiliki modal politik yang cukup, baik dari segi popularitas maupun elektabilitas.

“Namanya wacana dan ini masih dinamis, kapan saja bisa berubah, tergantung dari kesepahaman partai pengusung. Sebab tak satupun partai yang memiliki jumlah kursi yang cukup untuk mengusung calon secara mandiri, harus berkoalisi,” kata Prof Ude, sapaan akrabnya.

Perubahan koalisi ini bisa saja terjadi karena dipengaruhi hasil Pileg 14 Februari 2024. Hasil Pileg ini bisa menjadi tolok ukur partai politik untuk mengusung figur pada Pilkada November 2024.

Diakui Prof Ude, tidak hanya Mo—Rafiq, tapi banyak figure lainnya yang pantas untuk diusung. Rektor menyebut, di antaranya Hj Dewi Noviany, Muhammad Yamin, Ahmad Fachry, Syamsul Fikri, Saat Abdullah, dan lainnya. Semuanya sudah teruji. (SR)

 

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *