Gelisah dengan Kepemimpinan Mo-Novi, UNSA Gelar FGD Hadirkan Bupati dan Ketua DPRD

oleh -577 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 April 2023)–Universitas Samawa (UNSA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang cukup menarik, Sabtu (8/4) sore. Kegiatan yang mengangkat tema “Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024” ini menghadirkan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dan Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, yang sekaligus sebagai pembicara bersama dengan Didi Hermansyah SE (Kepala BKAD Sumbawa), E.S. Adi Nusantara H. S.Sos., MT (Kepala Bappeda), dan Dr. Syafruddin MM (Akademisi UNSA).

Peserta FGD yang dimoderatori Heri Kurniawansyah HS, SAP., MPA., adalah seluruh OPD, anggota DPRD, akademisi, OKP, masyarakat dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd mengatakan, bahwa tujuan digelarnya kegiatan ini berangkat dari kegelisahan dari hasil kepemimpinan Drs. H. Mahmud Abdullah—Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo-Novi) yang telah berjalan beberapa tahun.

UNSA memandang kepemimpinan Mo-Novi memiliki plus minus, dengan beragam kritikan yang dinilainya konstruktif. Bahkan ada yang lebih ektrim yang menilai pemerintahan Mo-Novi tidak ada hasilnya. Selain itu ada juga membandingkan pemerintahan terdahulu lebih baik dari kepemimpinan saat ini. Tentunya Mo—Novi harus menerima semua ini dengan legowo.

“Saya rasa wajar ada kritikan, dan kritikan ini bisa muncul karena memang sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui progress dari hasil kerja pemerintahan sekarang. Padahal setiap momen hari-hari besar, termasuk HUT Sumbawa dan HUT Kemerdekaan, Mo-Novi selalu membeberkan hasil kerjanya baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Ini artinya masyarakat banyak yang belum mengetahui sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara massif menggunakan perangkat camat dan kades,” saran Rektor low profil ini.

Secara umum ungkap Prof Ude—sapaan Rektor, masyarakat menilai keberhasilan seorang pemimpin ketika meninggalkan hal yang bersifat monumental, seperti puskesmas, rumah sakit dan lainnya. Dalam teori kepemimpinan, bahwa pemimpinan yang sukses ketika meninggalkan legacy untuk rakyat.

“Ada semacam legacy atau warisan yang akan ditinggalkan pasca kepemimpinan yang akan dikenang oleh masyarakat sepanjang masa. Jadi, semua kepala OPD harus dipecut dan dipacu, apa legacynya dalam mendukung mewujudkan program yang dicanangkan Mo—Novi, agar tidak ada yang tercecer atau tidak terlaksana, harus diwujudkan,” ujarnya.

Karena itu melalui pertemuan (FGD) yang digagas UNSA ini, Prof Ude berharap ada sumbang pikiran, ide ataupun gagasan bagaimana mencari bentuk atau wujud legacy kepemimpinan Mo—Novi ketika tidak lagi memimpin.

Sementara Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan terima kasih atas digelarnya FGD tersebut. Mencermati tema FGD yakni “Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024” tampaknya ada harapan besar bagi civitas akademika UNSA akan terwujudnya hasil-hasil pembangunan monumental dalam periode kepemimpinan Mo-Novi.

Namun dalam pandangannya, Bupati menyatakan bahwa legacy yang monumental tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga non fisik atau yang bersifat kasat mata dan berdampak panjang.

Misalnya Pendidikan Karakter sejak usia dini yang sudah dinisiasi dengan Peraturan Bupati No. 33 Tahun 2021, yang tujuan akhirnya menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter di masa depan, selain mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bupati juga mengungkap beberapa prestasi yang cukup membanggakan terukir di masa 2 tahun perjalanan kepemimpinan Mo-Novi. Antara lain menjadi kabupaten dengan pencapaian WTP 10 kali berturut-turut, Kabupaten Layak Anak, Anugerah Meritokrasi ASN dari Komisi ASN dan lainnya.

Prestasi-prestasi tidak mesti membuat pemerintahan ini berpuas diri, melainkan menjadi pelecut semangat untuk semakin memberikan kinerja pelayanan terbaik bagi Tau dan Tana Samawa. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *