Wabup Minta Bantuan Pusat Turunkan Stunting dan Hapus Kemiskinan Ekstrim di Sumbawa

oleh -786 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Maret 2023)–Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd.,M.Pd., meminta pemerintah pusat melalui Kemenko PMK RI menjadikan kabupaten Sumbawa sebagai salah satu kabupaten/kota lokus pendampingan dalam percepatan penurunan stunting.

Wabup juga meminta dukungan program BSPS untuk penghapusan kemiskinan ekstrim, serta dukungan bagi kelanjutan pembangunan RSUD Sumbawa.

Permintaan ini disampaikan Wabup yang akrab disapa Hj. Novi saat mengikuti kegiatan Roadshow Daring bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumbawa. Roadshow daring ini diikuti oleh Wakil Gubernur NTB dan seluruh Bupati/Walikota se-NTB, Selasa (28/2/2023).

Wabup melaporkan bahwa dari hasil Sistem Survey Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Sumbawa masih cukup tinggi, yaitu 29,7%, dengan jumlah yang telah dilakukan survey sebanyak 600 sasaran balita di 24 kecamatan.

Sedangkan hasil Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) tahun 2022, angka prevelansi stunting di Kabupaten Sumbawa 8,11% dengan jumlah balita yang diukur sebanyak 36.260 orang di 24 kecamatan.

Kemudian, Wabup juga mengungkapkan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Sumbawa sebanyak 29.217 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan. Rincian Desil kesejahteraan 1 sebanyak 10.928, Desil kesejahteraan 2 sebanyak 10.947, Desil kesejahteraan 3 sebanyak 7.342 jiwa.

Selain itu, mengacu pada data sebaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 29.217 jumlah keluarga yang terbagi dari desil 1 hingga desil 4 pada tahun anggaran 2022.

Kemudian pemerintah pusat melakukan intervensi pada 964 unit rumah tidak layak huni yang ditingkatkan kualitasnya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Sesuai dengan arahan Presiden RI, Indonesia menargetkan angka stunting harus di bawah 14% dan kemiskinan ekstrim mendekati 0% secara nasional pada tahun 2024 mendatang. Hal ini disampaikan Menko RI, Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Menko Muhadjir juga mengatakan bahwa kegiatan Roadshow daring ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu, kendala dan permasalahan tentang percepatan penurunan stunting di masing-masing Kabupaten/Kota wilayah Provinsi NTB, yang kemudian dicarikan solusinya.

Pada roadshow tersebut, Menko juga meminta seluruh Bupati/Walikota masing-masing untuk memaparkan progres ataupun permasalahan dalam penanganan penurunan stunting dan penghapusan angka kemiskinan ektrim. (SR)

nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *