SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Maret 2023)–Teror panah yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa, sangat meresahkan masyarakat. Sebab sudah ada beberapa warga yang menjadi korban. Sebelumnya terjadi di Jalan Garuda Sumbawa yang mengakibatkan seorang pelajar tertembus panah pada pipi sebelah kanan.
Selanjutnya teror panah juga dirasakan karyawan dan pengunjung Alfamart Sernu. Anak panah tiba-tiba melesat. Beruntung tidak ada karyawan dan pengunjung yang menjadi korban. Anak panah tersebut tertancap di doz air mineral.
Berkat kerja keras polisi, tak lama dua orang terduga pelaku berhasil tertangkap. Penangkapan ini membuat masyarakat sedikit tenang. Namun ketenangan ini tidak berlangsung lama, sebab baru-baru ini kasus tersebut kembali terulang.
Sepasang suami istri (Pasutri) yang tengah berboncengan sepeda motor menjadi korbannya. Saat itu pasutri asal Dusun Semeri Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir melintas di Simpang Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Untungnya anak panah itu tidak menancap melainkan hanya luka gores di bagian leher.
Teror yang terus terjadi ini membuat sejumlah pihak angkat bicara. Salah satunya Sumanto, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah sekaligus Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa.
Kepada samawarea.com, Rabu (1/3), Bang Anto—akrab dia disapa, mendesak pemerintah dan aparat kepolisian melakukan terobosan baru untuk mengurangi kejadian ini.
Terobosan yang dimaksud Bang Anto, adalah menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memberikan sentuhan secara khusus kepada Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun agar menghimbau warganya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan. Sebab jika hanya mengandalkan pihak kepolisian yang jumlahnya terbatas, dirasakan sangat sulit.
“Perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah, dengan jajarannya hingga di tingkat RT/RW guna meminimalisir kejadian serupa. Sebab komplotan pemanah ini bukan satu saja, tapi cukup banyak. Bahkan kelompok-kelompok ini secara terang-terangan memposting senjata tajam termasuk panah melalui media social,” ungkapnya.
Kenyataan ini menjadi tanggung jawab semua pihak, terutama orang tua dalam mendidik dan melakukan pengawasan melekat terhadap anak-anaknya. Pasalnya dari pelaku yang tertangkap, rata-rata berusia remaja.
Ia mengapresiasi kerja keras jajaran Polres Sumbawa yang cepat merespon keresahan masyarakat sehingga berhasil menangkap pelakunya. Bang Anto berharap para yang tertangkap diberikan hukuman yang setimpal sebagai efek jera terhadap apa yang telah diperbuat selama ini. (SR)






