SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 Maret 2023)—Alotnya pengungkapan kasus kematian Syaifuddin (24) warga Dusun Emang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, membuat keluarganya mendatangi Polres Sumbawa, Rabu (29/3).
Mereka mempertanyakan sejauhmana progress dari penanganan dari kasus tersebut. Sebab keluarga menduga kuat ada yang janggal dengan kematian korban. Kedatangan istri dan paman korban di Polres Sumbawa langsung disambut Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, IPTU Sumarlin SH didampingi penyidik.
Ditemui usai pertemuan, istri korban, Matari Sanapiah, berharap agar kasus yang menewaskan suaminya bisa terungkap. Sebab keluarga menduga kuat kematian korban sangat tidak wajar.
Sebelumnya korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sekitar pohon kemiri wilayah Dusun Sukajaya, Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk, beberapa bulan lalu. Korban dilaporkan tewas tersambar petir.
“Saat kami datang ke lokasi, salah seorang kepala dusun memberitahukan kalau suami saya tersambar petir sambil menunjuk ke arah pohon kemiri,” kenang Matari.
Namun keluarga curiga. Terlebih lagi hampir setiap malam dia selalu bermimpi didatangi arwah suaminya yang menyampaikan bahwa kematiannya tidak wajar. “Awalnya saya menganggap mimpi itu sebagai bunga tidur. Tapi kenapa mimpi itu hampir setiap malam,” aku Matari.
Karena merasa ada yang tidak beres, Matari bersama keluarga meminta pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap jasad suaminya. Hasil otopsi ternyata berbeda dengan hasil pemeriksaan luar dokter Puskesmas Lunyuk. Artinya, suaminya meninggal bukan karena tersambar petir, melainkan ada penyebab lain yang masih diselidiki pihak kepolisian.
Sementara paman korban, Chu, mengaku mendapat laporan bahwa keponakannya itu ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun. Dia bergegas ke TKP. Saat dia melihat posisi korban sambil memegang parang, membuatnya berkesimpulan bahwa korban meninggal bukan karena tersambar petir.
Chu menduga, korban meninggal setelah terjadi perkelahian. Ia berharap polisi dapat mengungkap misteri kematian keponakannya ini, agar keluarga merasa tenang.
Seperti diberitakan samawarea.com, pihak kepolisian Polres Sumbawa telah mengantongi hasil otopsi dari dokter ahli forensic. Namun polisi belum bersedia untuk mempublish hasil otopsi tersebut karena masih meminta keterangan ahli forensik untuk dibukukan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Selain itu mendalami keterangan saksi-saksi di TKP maupun terkait dengan kejadian ini. (SR)






