Dilaporkan Cabuli Murid SD, Mantan Guru ini Bakal Habiskan Sisa Usia di Penjara

oleh -542 Dilihat
Kanit PPA Reskrim, IPDA Nadiyah Wahdatil Ummah, S.Tr.K

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15 Maret 2023)–Mantan guru ini bakal menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Kakek berusia 74 tahun berinisial PA ini ditangkap Penyidik Unit PPA Reserse dan Kriminal Polres Sumbawa setelah dilaporkan mencabuli seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD. Kini pria yang sudah sepuh diamankan untuk menjalani proses hukum.

Menurut informasi, kasus memalukan dan memilukan ini terjadi di wilayah Kecamatan Sumbawa beberapa hari lalu. Terungkap setelah muncul kecurigaan pihak sekolah karena melihak fisik korban. Cara jalan korban berbeda dari sebelumnya.

Dari kecurigaan inilah, memaksa pihak sekolah mengorek lebih jauh. Meski cukup alot, akhirnya korban berterus terang. Dugaan pencabulan ini cepat menyebar di tengah masyarakat, khususnya lingkungan tempat tinggal korban maupun terduga. Untuk mencegah adanya aksi massa, polisi bergerak cepat menjemput dan mengamankan terduga.

Kapolres Sumbawa, AKBP Henry Novika Chandra SIK MH melalui Kanit PPA Reskrim, IPDA Nadiyah Wahdatil Ummah, S.Tr.K, Rabu (15/3), membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan anak di bawah umur. Pihaknya sudah mengamankan terduga. Selain itu telah meminta keterangan korban sekaligus melakukan visum et repertum (VER).

Dari keterangan yang diperoleh ungkap Nadiyah—sapaan perwira cantik ini, dugaan pencabulan yang dialami korban terjadi berulang kali. Ini dilakukan terduga setelah korban pulang sekolah. Bahkan korban sempat diberikan uang Rp 5000, namun uang itu dibuang korban ke sungai.

Terhadap perbuatan terduga, pihaknya telah mengambil tindakan, mengamankan terduga dan kini dalam pemeriksaan intensif.

Kasus dugaan pencabulan terhadap murid SD di Kota Sumbawa ini memantik perhatian Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa. Jamhur Husain selaku ketua, mengaku telah mendatangi sekolah korban. Kedatangannya bersama tim untuk memastikan kelangsungan pendidikan korban.

Dewan Pendidikan juga ingin memastikan penanganan medis, psikologis dan pendampingan hukum terhadap korban.  Sekolah juga diminta untuk melakukan home visit terhadap korban guna memberikan dukungan moril terhadap korban. “Kami menyesalkan adanya kejadian ini, semoga tidak terulang,” pintanya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *