KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFOTIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, samawarea.com (10 Maret 2023)–Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, MM menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok masyarakat yang tedampak banjir di Kecamatan Seteluk. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula pertemuan Kantor Camat Seteluk, Kamis (9/3/2023).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Ir Muhammad Saleh melaporkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan ke beberapa areal sawah petani yang terdampak banjir di Desa Seran dan sekitarnya, ditemukan sejumlah persoalan.
Muhammad Saleh menyebutkan, saat ini para petani yang melakukan penanam pada Bulan November dan Desember 2022 adalah mereka yang terdampak. Sama halnya dengan banjir yang melanda pada 13–14 Februari 2023 dan banjir yang melanda Desa Seran dan sekitarnya pada 7 Maret.
Dijelaskannya, luas daerah tanam secara keseluruhan pada musim tanam pertama mencapai 9.875 hektar, dan luas tanam di Kecamatan Seteluk 2.594 hektar, sementara yang sudah melakukan panen berada di wilayah Brang Ene yaitu Desa Mujahidin, Desa Menemeng dan Desa Kalimantong.
Hal lain yang sedang diproses yaitu terkait pengajuan Asuransi Usaha Pertanian (AUTP). Untuk KSB telah didaftarkan 5.000 hektar. Sementara yang terdampak banjir 13–14 Februari lalu seluas 858,87 hektar. Pihaknya juga menemukan masalah di Sapugara Bre, Meraran dan Sampir yang terendam air. Yakni 348,93 hektar lahan mengalami puso.
“Alhamdulillah, sawah yang terdampak banjir kemarin untuk wilayah Seran dan Seteluk Atas masuk asuransi. Kemudian akibat bencana banjir kemarin, berkat laporan, kami dibantu oleh Badan Standardisasi Instrument Pertanian sebesar 1,5 ton benih padi,” ungkap Muhammad Saleh.
Sementara Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menekankan agar terbangun pengertian di antara para petani bahwa bantuan yang diberikan tersebut tidak disalah-artikan. Karena kurangnya informasi lalu ada petani yang tidak terakomodir bantuan melakukan gugatan, itu yang tida diinginkannya. Bantuan ini sama dengan bantuan saar banjir di Taliwang.
“Ada bantuan dari berbagai pihak yang tidak terikat, terus dibagi tapi tidak bisa semua. Ada 1.100 ton yang akan dibagikan. Soal ada yang tidak kena, itu masalah lain. Karena ini bentuk kepedulian leading sektor,” ungkap Bupati.
Pemda Sumbawa Barat ungkap Bupati, telah memberikan support untuk membantu petani yang lahannya terendam banjir. Yaitu dengan membayar premi sehingga ada klaim asuransi terhadap petani yang terkena termasuk gagal panen.
“Pemda membayar premi asuransi. Itu sifatnya by name by addres. Ini diberikan kepada petani yang kemungkinan bisa menanam ulang. Jangan menunggu musim tanam, sekarang juga bisa dilakukan penanaman,” ujar Bupati.
Lebih jauh dikatakan Bupati, bahwa bencana banjir yang terjadi bukan semata-mata kehendak alam melainkan ada yang mengatur. Karenanya masyarakat harus bersyukur atas apa yang ada.
“Kita harus bersahabat dengan alam, tidak melakukan penebangan sembarangan. Yang perlu diperhatikan juga bahwa para petani harus mengeluarkan zakat. Jangan sampai lalai dengan itu, karena ada hak orang lain. Allah bisa mengambil dengan caranya,” tegas Bupati. (SR)






