SUMBAWA BESAR, samawarea.com (19 April 2026) – Sinergi lintas sektor ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam upaya menata kawasan di sekitar SMPN 3 Sumbawa Besar. Melalui rapat koordinasi yang digelar Jumat (18/4), sejumlah instansi sepakat melakukan penataan total kawasan pasar yang berbatasan langsung dengan sekolah tersebut.
Rapat itu melibatkan Dinas Koperindag, Bapperida, Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Lurah Seketeng, KUPT Pasar, KUPT Sampah, serta Kepala SMPN 3 Sumbawa Besar. Hasil pertemuan tersebut menyepakati relokasi kontainer sampah hingga sterilisasi pedagang di sepanjang tembok pagar sekolah.
Langkah tersebut menjadi implementasi nyata Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari polusi.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pembinaan SMP, Junaidi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat seluruh pihak, terutama Dinas Koperindag yang dinilai menjadi motor utama dalam percepatan penataan kawasan.
“Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan ditariknya kontainer ke LH dan disiagakannya truk sampah setiap jam 16.00 Wita oleh KUPT Sampah, kita sedang memutus mata rantai polusi aroma dan limbah lindi yang selama ini menghantui lingkungan sekolah,” ujar Junaidi.
Menurutnya, koordinasi tersebut juga memastikan seluruh instansi memiliki peran yang jelas. Lurah Seketeng bertugas melakukan pengawasan di lapangan, sementara KUPT Pasar menangani eksekusi teknis penataan kawasan.
Secara teknis, kawasan yang telah disterilkan akan diratakan menggunakan alat berat berupa bulldozer. Selanjutnya, area tersebut akan dipasangi paving block dan dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua.
Untuk menjaga privasi dan kenyamanan lingkungan sekolah, barrier akan dipasang dengan jarak sekitar 50 sentimeter dari tembok sekolah. Area tersebut nantinya juga dipercantik dengan mural sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga menambah estetika kawasan.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, rapat koordinasi itu juga menghasilkan komitmen gotong royong bulanan antara pengelola pasar dan pihak sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Seluruh tahapan penataan ditargetkan rampung sebelum 2 Mei 2026. Pemerintah berharap hasil penataan tersebut dapat menjadi hadiah istimewa dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini.
“Kami berharap penataan ini segera terealisasi sebagai kado Hardiknas 2026. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memberikan hak dasar anak-anak didik kita, yakni menghirup udara yang sehat dan bersih tanpa polusi sampah selama menuntut ilmu,” pungkas Junaidi. (SR)






