KOTA BIMA, samawarea.com (20 Januari 2023) – Karena tak tega melihat keponakannya disiksa, A (45) langsung menyerang mantan iparnya menggunakan parang. Akibatnya Ismail (45) mengalami luka tebasan di bagian kepala dan lengan.
Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi melalui Kapolsek Langgudu IPTU Kodrat, Jum’at (20/1) pagi, menuturkan, kasus penganiayaan ini terjadi beberapa hari yang lalu. Berawal ketika korban menjenguk anak-anaknya di rumah terduga. Sebab sejak korban bercerai dengan istrinya yang merupakan adik terduga, anak-anaknya tinggal di rumah terduga.
Namun kedatangan korban justru awal dari keributan. Sebab korban tega memukuli anak ketiganya yang masih berusia 9 tahun. Bocah itu pun menangis, tapi tak membuat korban menghentikan aksinya dengan memukul anaknya secara terus menerus.
Melihat pemandangan itu, terduga menegur iparnya untuk tidak lagi memukuli anak korban yang juga keponakannya tersebut. Teguran ini membuat korban marah lalu menantang terduga agar turun dari rumahnya untuk berduel, sembari terus memukuli anaknya.
Merasa ditantang dan tidak tega melihat keponakannya menangis akibat dipukuli terus menerus, terduga turun dengan sebilah parang. Tanpa basa basi, langsung menebas korban sebanyak dua kali di bagian kepala dan lengan. Korban yang terluka berusaha kabur untuk menyelamatkan diri. Selanjutnya korban menuju Puskemas Langgudu untuk mendapat penanganan medis.
Mendapat laporan peristiwa itu, Kapolsek bersama anggota menuju TKP dan melihat korban di Puskesmas. Setelah itu mengamankan terduga dan kini berada di Polres Bima Kota untuk diproses lebih lanjut. (SR)






