Syamsul Fikri Yakin Haji Mo’ Mencalonkan Diri pada Pilkada Sumbawa 2024

oleh -736 Dilihat
Syamsul Fikri S.Ag., M.Si

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Januari 2023)–Kian dekatnya Pilkada Sumbawa, semakin banyak figur yang bakal maju. Beberapa postingan di media social, memasang foto sejumlah calon yang dianggap memiliki kans. Bukan hanya figur secara individu, tapi ada juga yang menyandingkan pasangan figur.

Sebut saja Hj. Dewi Noviany M.Pd (Novi), Abdul Rafiq SH (Rafiq), Drs. Mohamad Ansori (Ansori), Ir. H. Syarafuddin Jarot MP (Jarot), H. Asaat Abdullah ST (Saat), Ir. Talifuddin M.Si (Talib), H. Ilham Mustami S.Ag., M.Si (Ilham), Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si (Sambirang), Ahmad Fachry SH (Fachry), Jamaluddin ST MT (Jamal Redi), H. Wirawan Ahmad S.Si MT (Wirawan), Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd (Prof Ude) dan lainnya.

Ada yang meyandingkan Novi—Rafiq, Novi-Ansori, Rafiq—Ansori, Rafiq—Jarot, dan Jamal—Novi. Saat–Novi, dan Saat–Jarot. Namun tak pernah ada yang menyebut nama Drs. H. Mahmud Abdullah—Bupati Sumbawa saat ini. Mungkin ini dampak dari tersiarnya informasi jauh hari sebelumnya bahwa Haji Mo—sapaan Bupati, tidak maju lagi. Tidak munculnya nama Haji Mo yang digadang mencalonkan diri kembali pada Pilkada 2024 mendatang, sempat disorot Syamsul Fikri S.Ag., M.Si.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB ini meyakini Haji Mo’ tetap menjadi kontestan pada Pilkada Sumbawa mendatang. Majunya Haji Mo menurut mantan Ketua DPC Demokrat yang kini menjabat Wakil Ketua II DPRD Sumbawa tersebut, ada atau tanpa didampingi Novi—pasangannya saat ini. “Saya perkirakan, Bupati Haji Mo diam-diam menyusun strategi untuk maju kembali. Diamnya beliau hanya untuk menjaga kondusifitas birokrasi,” katanya.

Fikri—sapaan politisi vocal ini, memberikan beberapa alasan. Dalam kacamata politiknya, Ia mengemukakan teori zona nyaman. Bahwa siapapun yang sudah mendapat dan sedang menduduki kekuasaan maka ada kecenderungan untuk mempertahankan kekuasaan tersebut.

Alasan lainnya, Haji Mo’ sudah mengantongi tiket. Selain incumbent, Haji Mo adalah Ketua Partai Golkar Sumbawa yang memiliki 4 kursi di DPRD. Haji Mo juga telah dua kali dipercaya sebagai Ketua NU Sumbawa yang merupakan ormas terbesar.

“Ini merupakan by design, yang sudah dipersiapkan untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Sumbawa,” tandasnya.

Sebagai orang yang sudah berakar di dunia perpolitikan, Fikri mengaku telah melihat gejala tersebut. Bagaimana Haji Mo saat ini tengah memperkuat barisannya di birokrasi, menempatkan ‘orang-orangnya’ pada jabatan strategis.

Mengenai anggapan bahwa Haji Mo sudah tua dan tidak pantas untuk maju, Fikri menilai anggapan itu keliru besar. Menurut Fikri, umur Haji Mo belum mencapai 70 tahun masih dikategorikan produktif, karena hasil WHO, usia 80 tahun ke atas dikategorikan sudah tua (Lansia). “Beliau setengah baya, masih sangat produktif,” imbuhnya.

Meski lahir dari rahim birokrasi, namun Haji Mo telah bermetamorfosis menjadi politisi ulung. “Bisa merebut Ketua Golkar saja sangat luar biasa. Sehingga beliau masih layak menjabat bupati. Beliau itu punya kendali. Lebih kuat sekarang dari sebelumnya. Kalau dulu kekuatannya hanya 10 persen, sekarang sudah 1000 persen. Amunisi sudah kuat. Beliau juga pengendali,” tangkasnya.

Dikatakan Fikri, Haji Mo bisa disamakan dengan Wapres KH Ma’ruf Amin. Usianya mungkin terpaut sedikit, tapi kesamaannya memiliki istri yang masih berusia muda. “Suami itu tergantung istri. Ketika pasangan kita enerjik, maka suami yang dinilai berusia tua bisa terlihat sangat bugar dan muda,” ujar Fikri berseloroh.

Disinggung mengenai pasangan Haji Mo jika maju pada Pilkada mendatang, Fikri menegaskan bisa Mo—Novi jilid II, atau pecah kongsi. Kemungkinan kedua lebih pas, karena Novi lebih memilih menjadi calon Bupati daripada Calon Wakil Bupati.

Novi menjadi calon Bupati juga sangat berpeluang. Ini dilihat dari jabatannya saat ini, memiliki basis massa, jaringan yang kuat dan solid baik di masyarakat maupun birokrasi, serta muda dan enerjik. Terlebih lagi gerakan Novi bersamaan dan seirama dengan gerakan Dr. H. Zulkieflimansyah yang kembali mencalonkan diri sebagai Gunbernur NTB periode kedua. (SR)

nusantara bawaslu

Response (1)

  1. Ηello, Neat post. There’s an issue along with your web ѕite in internet explorer, would test this?
    IE still is the market chief and a big part of other folks wilⅼ pass over your fɑntastic writing Ԁue to this problem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *