Motivasi Dosen dan Mahasiswa, UTS Hadirkan Prof Raldi, Pencipta Inkubator Bayi Prematur

oleh -231 Dilihat
Prof Raldi Pencipta Inkubator Bayi Prematur

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Januari 2023)–Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggelar Motivation Lecture. Kegiatan yang berlangsung di Sumbawa Techno Park (STP), Rabu (25/1) lalu ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA, Guru Besar Teknik Mesin, Universitas Indonesia. Prof Raldi–sapaannya ini merupakan pencipta inkubator gratis bagi bayi premature. Ikut menjadi peserta civitas akademika UTS dan perwakilan kampus lainnya.

Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebuah kehormatan besar bagi UTS dapat dikunjungi oleh Prof. Raldi, yang baru saja didapuk sebagai Sang Icon Pancasila atas karya dan dedikasinya yang sangat menginspirasi yaitu telah menolong lebih dari 5.800 bayi yang lahir prematur dengan inkubator gratisnya.

“Prof. Raldi adalah Dosen berprestasi, seorang pendidik yang sangat memotivasi. Sangatlah patut ditiru, atau dijadikan contoh tentang berbagi ilmu. Karya beliau, inkubatur bagi bayi prematur telah sangat banyak membantu, karya ini dihasilkan tentu dari penelitian panjang, dan kesungguhan. Semoga kita dapat menyerap ilmu yang dibagikan dari beliau, untuk bisa menularkan ke mahasiswa-mahasiswa kita, menghasilkan inovasi bermanfaat,” ungkap Chairul.

Sementara Prof. Raldi mengatakan, inspiring talk ini adalah untuk mennginspirasi banyak orang, siapa saja, termasuk dirinya sendiri untuk terus bergerak memberikan manfaat bagi siapapun.

“Dulu sebagai seorang dosen tentu saja saya melakukan research, lalu pada 2003 dalam seminar energi di Bandung saya umumkan, bahwa saya bukan lagi peneliti, tapi saya adalah pengabdi masyarakat. Kalimat yang saya umumkan tanpa tahu saya harus melakukan apa kedepannya. Tapi, ternyata kalimat yang saya umumkan di hadapan khalayak tersebut memaksa saya untuk melakukan lebih, agar punya manfaat nyata bagi masyarakat khususnya dalam mengamalkan tri darma perguruan tinggi,”  tutur Prof. Raldi.

Baca Juga  Heboh ! Jasad Bayi Terbungkus Plastik, Polisi Temukan Ibu Kandungnya

Salah satu tri dharma bagi seorang dosen sambungnya, adalah melaksanakan sebuah pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan pengabdian itu agar masyarakat dapat mandiri dan berdaya saing serta meningkatkan kesejahtreraan bagi masyarakat itu sendiri.

Namun tantangan menjadi seorang dosen begitu berat, karena pengabdian yang dilakukan merupakan buah pikiran dari proses pendidikan setelah itu dilanjutkan dalam kegiatan penelitian.

Tentu proses penelitian itu membutuhkan waktu yang panjang sehingga menghasilkan sebuah inovasi yang bermanfaat bagi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

“2011 adalah tahun pertama saya mulai meminjamkan inkubator bayi prematur ini bagi bayi yang membutuhkan. Jika bukan karena tekad yang kuat, tidak akan sampai di hari ini kesungguhan untuk dapat mengabdi kepada masyarakat. Penghargaan yang saya dapatkan rasanya lebih pantas diberikan kepada 138 kota agen relawan Inkubator Bayi Prematur Gratis ini mulai dari Banda Aceh sampai Papua. Juga Universitas Indonesia yang telah membiayai semua proses terciptanya inkubator ini, mulai dari prototype, penelitian, dan lainnya hingga telah mencapai 200-an unit yang telah dipakai oleh ribuan bayi prematur yang ada di Indonesia secara gratis,” ucapnya.

Baca Juga  75 Siswa SMP Duta Sekolah ke OSN Tingkat Kabupaten

Ia berjanji mini factory dari inkubator gratis ini juga akan ada di Sumbawa melalui UTS sebagai mitranya, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Acara ini disambut antusias para peserta. Dipandu Mietra Anggara, MT–Dekan Fakultas Rekayasa Sistem (FRS) UTS sebagai moderator, acara semakin menarik saat sesi tanya jawab. Mietra Anggara pada sesi penutup juga mengutip statement dari Prof. Raldi.

“Dosen itu harus one man, one activiety, one product. Meneliti itu butuh waktu yang tidak sedikit, jadi kita harus fokus pada satu bidang yang kita teliti sehingga dapat menghasilkan sebuah inovasi yang bisa sempurna tentunya bermanfaat,” kutipnya.

Selain itu menjadi dosen tempat meraih amal kebaikan. Jika ingin bahagia, bahagiakan orang lain. “Karena ketika orang lain bahagia maka kita juga akan ikut bahagia. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan, serta membuka pikiran akan pentingnya menjadi dosen sebagai pengabdi masyarakat,” ucap Mietra. (SR)

 

rokok zul pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *