Selamat !! Inovasi “RaSa RoTi” SDN Ai Puntuk Raih Juara Tiga LIDA 2022

oleh -658 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Desember 2022)–SD Negeri Ai Puntuk Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, berhasil keluar sebagai juara ketiga pada Lomba Inovasi Daerah (LIDA) Kabupaten Sumbawa 2022. Prestasi ini diraih setelah berinovasi menyulap sampah plastic menjadi bahan yang bermanfaat.

Inovasi atau kreatifitas sekolah ini dinamakan “RaSa RoTi” (Rapulung Sangkium Roro Plastik). Inovasi tersebut mampu mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Inovasi ini mulai berjalan sejak Pebruari 2022.

Hal ini dilakukan sebagai wujud penanaman karakter peduli terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya. Selain itu dapat menanamkan karakter kearifan budaya lokal terhadap para peserta didik, seperti rea ila, basakotak, lenge rasa, tumung karoa, dan sebagainya.

Bagaimana proses inovasi ini meraih juara ?

Kepala SDN Ai Puntuk, Abdul Azis, S.Pd.SD menjelaskan, setelah melalui proses pendaftaran, Inovasi RaSa RoTI masuk dalam 10 Top LIDA 2022 yang berhak mengikuti ke tahap presentasi dan wawancara, hingga panitia mengumumkan hasilnya.

“Alhamdulilah Inovasi RaSa RoTi SD Negeri Ai Puntuk mendapat juara ketiga, setelah SDN Batu Nisung meraih juara pertama dan juara kedua SMKN 1 Alas,” sebut Ace—sapaan peraih predikat guru penggerak ini.

Inovasi RaSa RoTi ini lanjut Azis, sudah menjadi kebutuhan wajib bagi lingkungan sekolah setiap Hari Sabtu. Peserta didik membawa ecobrik dari hasil karya sendiri dan orang tuanya secara lansung terlibat mengumpulkan sampah plastic untuk membuat ecobrick. Setelah ecobrik terkumpul, kemudian dibuat karya nyata dengan mendaur ulang melalui model yang diinginkan sekolah.

Apa yang dilakukan keluarga besar SDN Ai Puntuk ungkap Ace, mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, kepala desa beserta jajaran, dan remaja masjid setempat. Sebab diakui banyak manfaat dari inovasi ini.

Dampak lebih besar yang dapat diambil dari proses yang dilakukan tersebut, secara tidak lansung orang tua peserta didik menjadi pelaku yang membuat ecobrick di rumahnya dan dalam setiap minggu berjalan peserta didik mengumpulkan ecobricknya sebanyak 1 buah.

“Inilah yang sangat unik dan patut mendapat apresiasi bagi kami kepada orang tua. Karena secara nyata melakukan dan memilah sampah plastic untuk menjadi ecobrick bagi anak-anaknya yang akan dibawa ke sekolah. Kami bangga karena dukungan penuh orang tua itu hadir di dalam proses mengatasi sampah plastic itu,” ujarnya.

SDN Ai Puntuk dengan jargon “Sekolah Sehat Cerdas dan Berkarakter” telah mampu membuktikan kreativitas nyata dalam mendaur ulang sampah plastic yang berimbas pada terciptanya lingkungan bersih sehat dan bebas sampah plastic.

Ace mengaku sangat berbahagia dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung berbagai kegiatan sekolah terutama dalam proses tahapan Inovasi RaSa RoTi.

Meski sempat ragu ketika mengikuti Lomba LIDA, namun dengan keyakinan dan dukungan guru serta orang tua, akhirnya hasil karya lingkungan sekolah ditunjuk Kadis Dikbud Sumbawa menjadi salah satu dari 16 sekolah jenjang TK, SD dan SMP sebagai Sekolah Inovasi, implementasi Perbup Sumbawa Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter. “Selain membentuk karakter anak didik, inovasi ini mengantarkan sekolah kami menjadi sekolah inovasi,” pungkasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *