SUMBAWA BARAT, samawarea.com (1 November 2022)–Direktur RSUD Assyifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dr. Carlof Sitompul memastikan sampai saat ini belum ditemukan satupun anak yang menjadi pasien gagal ginjal yang dirawat di rumah sakitnya.
Setiap hari, Ia mengaku selalu memantau perkembangannya. Rata rata pasien yang dirawat adalah orang tua dan beberapa yang berusia muda. Namun tidak ada pasien anak-anak.
“Belum ada pasien anak-anak yang dirawat di ruangan Hemodialisa (tempat cuci darah pasien gagal ginjal). Dan selama adanya pelayanan hemodialisa di KSB, tidak pernah ada pasien anak-anak,” kata dr. Carlof kepada samawarea.com, Selasa (1/11/2022).
Mengingat munculnya kasus anak-anak terserang ginjal akut akibat dari konsumsi obat, dr Carlof menyatakan pihaknya tetap patuh kepada Kementerian Kesehatan yang melarang untuk meresepkan obat syrup untuk anak anak yang penyakitnya masih bisa ditangani dengan obat lain.
Namun jika dalam keadaan darurat yang mengharuskan menggunakan obat syirup, dirinya akan menyetujui dokternya untuk menggunakan obat syrup tersebut. “Sebagai penanggung jawab rumah sakit, saya siap bertanggung jawab kalau dalam situasi darurat,” ujarnya.
Untuk obat-obatan pengganti syrup, pihaknya akan meresepkan obat tablet. Apabila kesulitan ditelan oleh anak, tablet itu dapat dihancurkan dan dimasukan dengan air putih. Ada juga obat tablet yang bisa dimasukkan melalui dubur (bawah).
“Sebenarnya obat tablet bagus namun kebanyakan anak-anak sulit untuk menelannya, sehingga dengan adanya syrup lebih mudah buat anak anak untuk diminum,” ungkapnya.
Untuk obat yang sudah dibeli, dr Carlof mengajurkan untuk tidak dibuang namun disimpan sembari menunggu perkembangannya. Ketika situasinya belum berubah, maka pihaknya tidak akan mengadakan obat syrup lagi. (HEN/SR)






